
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program sekolah kemitraan memfasilitasi 3.663 siswa dari keluarga prasejahtera untuk bersekolah gratis di SMA dan SMK swasta pada tahun ajaran 2026/2027.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan jumlah penerima program tersebut meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa.
Sebanyak 3.663 siswa penerima program terdiri atas 1.063 siswa SMA dan 2.600 siswa SMK.
Ia mengungkapkan, "Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa."
Pemprov Jateng Gandeng 139 Sekolah Swasta
Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan 139 sekolah swasta yang terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.
Khusus di Kota Semarang, sebanyak 51 siswa diterima melalui program tersebut, yakni 24 siswa di SMA Laboratorium UPGRIS, 21 siswa di SMK Bina Nusantara, dan enam siswa di SMK Ibu Kartini.
Ahmad Luthfi meminta siswa tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Ia mengatakan, "Boleh kita punya sekolah yang berbeda, boleh kita punya latar belakang yang berbeda, tetapi masa depan kalian yang menentukan. Ora usah berkecil hati, ora usah minder. Semangat."
Ia menegaskan, "Mereka harus tetap sekolah, tidak boleh putus sekolah. Sekolah tidak boleh berhenti hanya karena kondisi keluarga kurang mampu."
MPLS Diminta Berlangsung Aman dan Humanis
Pemprov Jawa Tengah menilai program sekolah kemitraan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 55 siswa juga menerima bantuan perlengkapan sekolah dan sepatu, sedangkan orang tua siswa memperoleh paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi turut meminta kepala sekolah dan guru memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah berlangsung aman, humanis, dan menyenangkan.
Ia menegaskan, "Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan, sehingga anak-anak merasa nyaman."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





