HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Rakyat di Jasinga Ditargetkan Siap Digunakan Akhir Juli 2026 untuk MPLS, Pembangunan Rampung Pertengahan Agustus

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sekolah Rakyat di Jasinga Ditargetkan Siap Digunakan Akhir Juli 2026 untuk MPLS, Pembangunan Rampung Pertengahan Agustus
Foto: Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico meninjau pembangunan Sekolah Rakyat bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 13/7/2026 (sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pantau - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menargetkan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, siap digunakan pada akhir Juli 2026 agar siswa baru dapat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Robben Rico mengungkapkan, "Harapan kami tanggal 31 Juli nanti anak-anak yang baru bisa masuk melaksanakan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS."

Kemensos bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat selesai sesuai jadwal.

Kementerian PU bertanggung jawab terhadap proses pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Menurut Robben Rico, Kementerian PU menargetkan bagian-bagian yang bersifat fungsional dapat digunakan pada akhir Juli 2026.

Ia mengungkapkan, "Tadi dijanjikan oleh teman-teman, posisinya di akhir Juli ini bisa MPLS masuk, untuk yang fungsional dan bisa selesai nanti di pertengahan Agustus."

Peninjauan Kesiapan Sekolah Rakyat

Robben Rico bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan kesiapan Sekolah Rakyat permanen menjelang pelaksanaan MPLS.

Robben Rico mengatakan, "Hari ini saya mendampingi Pak Bupati bersama-sama melihat kesiapan Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Bogor yang berada di Desa Jasinga. Kita ingin memastikan karena hari ini memang kejar-kejaran waktunya dengan proses MPLS yang harus kemudian kita eksekusi di tahun ajaran 2026/2027."

Sekolah Rakyat dibangun oleh Kementerian PU di atas lahan seluas 6,96 hektare yang berada di kawasan perbukitan dengan ketinggian 161 meter di atas permukaan laut.

Sekolah tersebut memiliki kapasitas sebanyak 1.080 siswa dengan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa putra, asrama siswa putri, asrama guru, gedung serbaguna, serta sarana olahraga.

Pendidikan Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah barat Kabupaten Bogor merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat kurang mampu.

Seluruh siswa akan memperoleh pendidikan secara gratis.

Fasilitas gratis yang diterima siswa meliputi tempat tinggal, seragam sekolah, makan tiga kali sehari, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Rudy Susmanto mengatakan, "Masyarakat yang kurang mampu mendapat fasilitas dan sistem pendidikan yang sama dengan beberapa fasilitas pendidikan swasta di Indonesia yang berbayar mahal. Di sini semuanya gratis."

Rudy Susmanto menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Ia mengungkapkan, “Investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Maka 10 tahun ke depan, bangsa ini memiliki anak-anak muda yang memiliki kapasitas yang baik, yang layak, yang dipersiapkan dari hari ini.”

Penulis :
Arian Mesa