HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Sebut Bendungan Strategis Dukung Swasembada Pangan dan Energi Baru Terbarukan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri PU Sebut Bendungan Strategis Dukung Swasembada Pangan dan Energi Baru Terbarukan
Foto: (Sumber :Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama dua orang warga menekan tombol sirine disaksikan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kiri) dan Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom/am..)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bendungan merupakan infrastruktur strategis yang berperan mendukung swasembada pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Bendungan Miliki Fungsi Multifungsi untuk Masyarakat

Dody Hanggodo menyampaikan bendungan dibangun sebagai infrastruktur multifungsi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

"Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah," ungkap Dody Hanggodo.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peresmian lima bendungan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026.

Kelima bendungan tersebut meliputi Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Keureuto di Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Nindya Karya Rampungkan Dua Bendungan

PT Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan Bendungan Meninting dan Bendungan Rukoh yang termasuk dalam lima bendungan yang diresmikan Presiden.

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik dan dirancang melayani irigasi seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, mengurangi risiko banjir pada area 59 hektare, serta berpotensi menghasilkan listrik melalui PLTA berkapasitas 0,80 MW dan PLTS terapung 9,23 MW.

Sementara itu, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki kapasitas tampung besar yang diproyeksikan memperkuat sistem pengairan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menegaskan perusahaan berkomitmen mendukung pembangunan nasional melalui penguatan ketahanan air, pangan, dan energi.

"Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air," ungkap Firmansyah.

Penulis :
Aditya Yohan