HOME  ⁄  Nasional

Gotong Royong Jadi Andalan, Pemkab Gunungkidul Bangun 13 Proyek Strategis di Kapanewon Playen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gotong Royong Jadi Andalan, Pemkab Gunungkidul Bangun 13 Proyek Strategis di Kapanewon Playen
Foto: Masyarakat Kapanewon Playen, Gunungkidul saat melakukan gotong royong pada salah satu dari 13 proyek strategis, Selasa 14/7/2026 (sumber: Pemkab Gunungkidul)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama masyarakat di Kapanewon Playen membangun 13 proyek strategis melalui semangat gotong royong sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila sekaligus mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah pada Tahun Anggaran 2026.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan Gotong Royong Kapanewon Playen Tahun Anggaran 2026.

Endah mengungkapkan, "Dengan ini secara resmi pencanangan kegiatan Gotong Royong Kapanewon Playen Tahun Anggaran 2026 dibuka."

Endah menegaskan gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.

Ia mengungkapkan, "Nilai ini merupakan warisan luhur Pancasila yang menjadi pembeda bangsa Indonesia di mata dunia."

Menurut Endah, semangat gotong royong menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah.

Ia mengungkapkan, "Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan, kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan."

Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Fokus pada Jalur Evakuasi dan Antisipasi Bencana

Panewu Playen Irmawati Rahayu mengatakan kegiatan gotong royong tahun 2026 didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kapanewon Playen.

Ia mengungkapkan, "Program ini mencakup 13 titik pembangunan yang tersebar di berbagai kalurahan di wilayah Kapanewon Playen, dengan fokus utama pada jalur evakuasi bencana dan antisipasi kerawanan alam."

Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter di Kalurahan Banaran yang difungsikan sebagai jalur evakuasi bencana.

Proyek lainnya berupa pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter di Kedung Wanglu, Kalurahan Banyusoco, untuk mengantisipasi longsor tebing.

Irmawati mengungkapkan, "Kemudian juga dibangun talud sepanjang 125 meter di Dusun Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, untuk mengantisipasi longsor yang mengancam badan jalan."

Pembangunan lainnya meliputi drainase, jalan beton, dan decker plate yang dilaksanakan di Kalurahan Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, dan Pleret.

Partisipasi Masyarakat Perkuat Pembangunan

Masyarakat Kapanewon Playen menyambut baik program tersebut dan berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan pembangunan.

Irmawati mengungkapkan, "Masyarakat Playen menyambut baik program tersebut dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya."

Irmawati menjelaskan pembangunan jalan beton full block di Kalurahan Banaran yang semula direncanakan sepanjang 112 meter ditargetkan bertambah menjadi 312 meter melalui dukungan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal).

Ia mengungkapkan, “Dalam rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan jalan hanya sepanjang 112 meter kemudian melalui dukungan PAD dan APBKal, pemerintah kalurahan menargetkan penyelesaiannya hingga 312 meter.”

Penulis :
Shila Glorya