HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Surabaya Perkuat Bantuan Pendidikan untuk Cegah Kemiskinan Antargenerasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Surabaya Perkuat Bantuan Pendidikan untuk Cegah Kemiskinan Antargenerasi
Foto: (Sumber :Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) menyerahkan paket bantuan pendidikan kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026). Bantuan pendidikan Pemerintah Kota Surabaya tersebut menjangkau 7.380 siswa dari keluarga miskin dan prasejahtera melalui pemberian seragam sekolah, sepatu, kaus kaki, serta bantuan biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan bagi siswa sekolah swasta. ANTARA/HO-Diskominfotik Surabaya..)

Pantau - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat program bantuan pendidikan bagi 7.380 siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah sederajat dari keluarga miskin dan prasejahtera pada tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya mencegah kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan akses pendidikan.

Bantuan Pendidikan Diperluas

Program bantuan tersebut mencakup pemberian seragam sekolah, sepatu, kaus kaki, serta bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan bagi siswa sekolah swasta yang berasal dari keluarga desil satu hingga lima.

Kebijakan itu menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai layanan publik, tetapi juga sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia untuk menjaga peserta didik tetap melanjutkan pendidikan di tengah tekanan ekonomi keluarga.

Pemerintah Kota Surabaya menilai bantuan pendidikan menjadi instrumen penting agar pelajar tidak putus sekolah akibat keterbatasan biaya, terutama saat memasuki jenjang pendidikan menengah atas.

Penyaluran Bantuan Diubah agar Lebih Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya juga mengubah mekanisme penyaluran bantuan dengan menyalurkan dana melalui sekolah, bukan langsung kepada siswa.

Perubahan tersebut dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan sebelumnya menemukan masih adanya bantuan yang belum dimanfaatkan sesuai kebutuhan pendidikan.

Selain itu, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data kesejahteraan masyarakat melalui kelompok desil satu hingga lima untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Di tingkat nasional, peningkatan rata-rata lama sekolah terus berlangsung, namun kesenjangan akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih menjadi tantangan sehingga berbagai program bantuan pendidikan dinilai berperan menjaga keberlanjutan pendidikan bagi kelompok rentan.

Penulis :
Aditya Yohan