HOME  ⁄  Nasional

BEI Rilis 51 Saham Berkategori HSC, Otomatis Keluar dari Indeks Utama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BEI Rilis 51 Saham Berkategori HSC, Otomatis Keluar dari Indeks Utama
Foto: (Sumber :Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik (tengah) menggelar konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto.)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis 51 saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang secara otomatis akan dikeluarkan dari sejumlah indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan total saham HSC bertambah menjadi 51 emiten setelah 37 saham baru masuk dalam daftar tersebut.

"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria high shareholding concentration, sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham," ungkap Jeffrey.

Tambahan 37 Saham Baru Masuk Kategori HSC

BEI menjelaskan penambahan daftar HSC dilakukan setelah diterapkannya kriteria baru berupa Price Impact Ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

Jeffrey menjelaskan Price Impact Ratio dihitung berdasarkan perubahan harga saham terhadap velocity, yakni rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham yang beredar di publik (free float).

Menurut BEI, saham dengan volume transaksi rendah namun mengalami perubahan harga besar akan menghasilkan Price Impact Ratio tinggi sehingga berpotensi masuk kategori HSC.

BEI juga memastikan evaluasi saham HSC akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama.

"Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan," ujarnya.

Daftar Lengkap 51 Saham HSC

Sebanyak 51 saham yang masuk kategori HSC meliputi AGII, BREN, DSSA, IFSH, MGLV, RLCO, ROCK, SOTS, WBSA, TCPI, MGRO, SATU, DGWG, HATM, DCII, BYAN, DNET, MORA, SRAJ, BNLI, BINA, PGUN, SOHO, RISE, FAPA, SILO, BBSI, BTPN, STTP, MLPT, GEMS, BELI, MPRO, PRAY, SMAR, CMNT, MKPI, KONI, YUPI, FITT, ALII, KING, FILM, ELPI, POLU, LIFE, MCOL, BNII, BBHI, MEGA, dan CMNP.

BEI menjelaskan saham HSC merupakan saham yang mayoritas kepemilikannya dikuasai oleh segelintir pihak atau kelompok tertentu sehingga jumlah saham yang beredar bebas di publik menjadi sangat terbatas.

Penulis :
Ahmad Yusuf