
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup menguat tipis 1,68 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,52 di tengah kombinasi sentimen positif domestik dan tekanan dari dinamika global.
Pada saat yang sama, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru turun 3,48 poin atau 0,58 persen ke level 598,89.
Sentimen Domestik Menopang Pergerakan IHSG
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "IHSG lanjutkan penguat yang ditopang seiring terkonfirmasinya dari S&P Global Ratings yang mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil."
Ia menjelaskan bahwa outlook stabil dari S&P Global Ratings mencerminkan ekspektasi pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen demi mempertahankan keberlanjutan fiskal.
"Rating outlook stabil itu menunjukkan bagaimana terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," ungkapnya.
Menurut Nico, keyakinan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tantangan eksternal, memberikan sinyal positif terhadap ketahanan ekonomi nasional.
"Tetap dipertahankannya peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil juga menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter," katanya.
Tekanan Global dan Pergerakan Perdagangan
Dari sisi global, bursa saham Asia dan dunia sempat tertekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.
Pelaku pasar juga terus memantau meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade pelabuhan Iran.
Donald Trump mengumumkan pungutan sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan menekan sentimen risiko global.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi penjaga Selat Hormuz.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah.
IHSG kemudian berbalik menguat hingga memasuki zona hijau pada penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap bertahan di wilayah positif hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatat penguatan.
Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,66 persen.
Sektor kesehatan naik 1,22 persen.
Sektor barang konsumen nonprimer menguat 1,20 persen.
Sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 1,21 persen.
Saham yang mencatat kenaikan harga terbesar adalah AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG.
Sementara itu, saham dengan penurunan harga terbesar adalah JELI, KONI, KIOS, HBAT, dan COCO.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.710.000 kali transaksi.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 28,05 miliar lembar saham.
Nilai transaksi mencapai Rp16,53 triliun.
Sebanyak 439 saham menguat.
Sebanyak 217 saham melemah.
Sebanyak 309 saham tidak mengalami perubahan harga.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 0,75 persen ke level 67.750,00.
Indeks Shanghai naik 1,36 persen ke level 3.967,13.
Indeks Hang Seng menguat 0,52 persen ke level 24.340,73.
Indeks Strait Times naik 0,43 persen ke level 5.493,67.
- Penulis :
- Shila Glorya





