HOME  ⁄  Ekonomi

Ketua OJK Sebut Rating S&P Jadi Sinyal Positif bagi Stabilitas Ekonomi dan Keuangan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ketua OJK Sebut Rating S&P Jadi Sinyal Positif bagi Stabilitas Ekonomi dan Keuangan Indonesia
Foto: (Sumber :Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan keterangan dalam konferensi pers selepas peluncuran Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil menjadi sinyal positif atas terjaganya fundamental ekonomi dan stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

OJK Nilai Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Friderica mengatakan keputusan S&P menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang tetap didukung oleh permintaan domestik, kebijakan fiskal yang prudent, serta kerangka kebijakan yang kredibel dan fleksibel.

Ia mengungkapkan, "Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook Stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Penilaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan dan melanjutkan reformasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional."

Menurutnya, OJK akan terus memperkuat sektor jasa keuangan melalui pengawasan terintegrasi berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, peningkatan integritas dan tata kelola pasar, serta percepatan transformasi digital sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Perkuat Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan

Friderica menjelaskan berbagai langkah tersebut ditujukan untuk memperluas kapasitas sektor keuangan dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional.

Ia mengatakan, "Langkah ini sekaligus mendukung agenda program strategis Indonesia, termasuk peningkatan investasi, transformasi ekonomi, dan penguatan daya saing nasional."

OJK juga memastikan sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi stabil dengan dukungan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga, serta intermediasi yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan