HOME  ⁄  Nasional

Purbaya Sebut Peringkat Kredit S&P Buktikan Sentimen Negatif terhadap Ekonomi Indonesia Tidak Terbukti

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Purbaya Sebut Peringkat Kredit S&P Buktikan Sentimen Negatif terhadap Ekonomi Indonesia Tidak Terbukti
Foto: (Sumber :Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan berkas tanggapan pemerintah kepada Wakil Ketua DPR Sari Yuliati (tengah) dalam Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr.)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keputusan Standard & Poor's (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek stabil menjadi bukti bahwa berbagai sentimen negatif terhadap perekonomian nasional tidak terbukti.

S&P Dinilai Tegaskan Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia

Purbaya menyampaikan penilaian tersebut saat menanggapi pandangan fraksi dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, keputusan S&P memberikan sinyal positif terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah di tengah berbagai isu yang sempat memprediksi penurunan peringkat kredit Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Hal yang kita ambil positif dari pernyataan atau rating S&P ini adalah dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera oleh berita negatif, rating kita akan turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa peringkat utang kita akan diturunkan, bukan hanya outlook-nya saja."

Purbaya menilai lembaga pemeringkat internasional tersebut memberikan penilaian yang independen terhadap kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan, "Jadi, pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, yang jujur dan prudent dan independent melihat kebijakan kita baik."

Sinergi Pemerintah dan DPR Dinilai Berperan

Purbaya menjelaskan hasil penilaian S&P juga didukung komunikasi pemerintah bersama DPR dengan investor dan lembaga pemeringkat saat kunjungan ke Amerika Serikat pada April lalu.

Menurutnya, pemerintah dan DPR menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi dijalankan secara terpadu dengan tetap mematuhi ketentuan perundang-undangan.

Ia mengungkapkan, "DPR dengan Pemerintah adalah satu kesatuan yang baik, sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada."

Purbaya berharap afirmasi peringkat kredit tersebut dapat meningkatkan optimisme masyarakat, pelaku pasar, dan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Ia mengatakan, "Saya pikir ke depan dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani menceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal dan lain-lain termasuk rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja tidak mundur lagi. Jadi, Indonesia tidak Indonesia cemas tapi Indonesia menuju ke Indonesia emas."

Penulis :
Aditya Yohan