HOME  ⁄  Nasional

Dubes Siswo Tegaskan Pendidikan Jadi Fondasi Utama Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dubes Siswo Tegaskan Pendidikan Jadi Fondasi Utama Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia
Foto: (Sumber :Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2026 di The University of Sydney, Australia, Selasa (14/7/2026). (ANTARA FOTO/HO-KBRI Canberra).)

Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono menegaskan pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi fondasi penting dalam memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2026 di The University of Sydney, Australia.

Pendidikan dan Riset Perkuat Hubungan Bilateral

“Pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) merupakan fondasi penting untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Australia,” ungkap Siswo dalam pidatonya.

Selain sektor pendidikan, Siswo juga menyoroti peluang kerja sama di bidang investasi, industri, dan konektivitas strategis, terutama melalui pengembangan hubungan antara Australia Utara dan Indonesia Timur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Yuli Rahmawati turut menegaskan bahwa pendidikan, bahasa, dan budaya menjadi jembatan utama hubungan Indonesia dan Australia melalui kemitraan perguruan tinggi, kolaborasi riset, program beasiswa, mobilitas akademik, serta diplomasi pendidikan.

KIPI 2026 Perkuat Kolaborasi Akademik

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa kreativitas dan inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing Indonesia pada masa depan.

Menurutnya, ekosistem inovasi harus dibangun melalui pengembangan talenta kreatif, dukungan kebijakan pemerintah, penguatan research pipeline, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Mengusung tema Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose: Moving toward a Better Future, KIPI 2026 diikuti 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, peneliti, profesional, dan pembuat kebijakan Indonesia.

Sebanyak 55 mahasiswa Indonesia mempresentasikan hasil penelitian dalam enam sesi paralel yang membahas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, teknik, dan inovasi digital.

KBRI Canberra menyatakan forum tersebut menjadi wujud komitmen untuk memperkuat diplomasi pendidikan, riset, dan inovasi sekaligus mendorong mahasiswa Indonesia menjadi agen perubahan, pemimpin masa depan, serta jembatan kolaborasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

Penulis :
Ahmad Yusuf