HOME  ⁄  Nasional

Wamenag Minta Ledakan di MAN 3 Padang Diusut Menyeluruh dan Tidak Dikaitkan Terburu-buru dengan Radikalisme

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenag Minta Ledakan di MAN 3 Padang Diusut Menyeluruh dan Tidak Dikaitkan Terburu-buru dengan Radikalisme
Foto: (Sumber :Arsip foto - Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym..)

Pantau - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme karena penyebab kejadian masih harus ditelusuri secara menyeluruh.

Wamenag Minta Tunggu Hasil Penyelidikan

Wamenag Romo Muhammad Syafi'i menegaskan seluruh pihak perlu menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan dugaan yang belum terverifikasi.

“Peristiwa seperti yang terjadi di MAN 3 Padang harus ditelusuri secara utuh. Jangan terburu-buru menyimpulkan apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi,” ungkap Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.

Ia menjelaskan sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu sesuai dengan hasil penyelidikan.

Menurutnya, pernah ada kasus ledakan di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme, namun setelah didalami justru dipicu oleh persoalan psikologis pelaku.

Peristiwa Jadi Momentum Cegah Perundungan

Wamenag menilai peristiwa tersebut juga harus menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap anak, termasuk mencegah praktik perundungan di lingkungan pendidikan.

Ia mengatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Perundungan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Penanganan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu pemerintah membangun sinergi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) agar setiap anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” katanya.

Wamenag menambahkan Satgas dan Gernas RANA difokuskan untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa dalam mempersiapkan masa depannya,” ujar Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.

Penulis :
Aditya Yohan