HOME  ⁄  Nasional

Pria Pengangguran Berinisial MY Jadi Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Terlilit Utang dan Masih Didalami Motifnya

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pria Pengangguran Berinisial MY Jadi Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Terlilit Utang dan Masih Didalami Motifnya
Foto: Kepolisian mengamankan peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan yakni pria berinisial MY (34) di rumahnya, Jakarta, Senin 13/7/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Pria berinisial MY (34) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang terjadi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7), dan dijerat Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror, sementara polisi masih mendalami motif sebenarnya meski pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.

Kasus bermula ketika guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) menerima pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp saat upacara hari pertama MPLS.

Pesan tersebut berisi ancaman akan meledakkan bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

Guru dan staf TU kemudian melaporkan ancaman tersebut kepada kepolisian.

Polisi langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan hingga menetapkan MY sebagai tersangka.

Kondisi Keuangan Pelaku Terungkap

Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Anton Sianipar, mengungkapkan MY tidak memiliki pekerjaan tetap dan diketahui terlilit utang dari berbagai sumber, mulai dari pinjaman online, koperasi, hingga bank keliling.

Kondisi tersebut membuat MY kerap didatangi penagih utang sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggalnya.

Anton mengungkapkan, "Ada laporan ke JAKI terkait maraknya pinjol di lingkungan RT saya, gitu. Sehingga dari pihak kelurahan menegur saya untuk memberantas itu. Nah, sebenarnya setelah kejadian ini kita telusuri ternyata yang melakukan laporan JAKI terkait pinjol ya dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol, gitu."

Anton mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah utang pinjaman online yang dimiliki MY.

Anton mengatakan dirinya mengetahui MY sedang mengalami persoalan keuangan karena memantau kondisi warganya sehari-hari.

Anton mengungkapkan, "Saya sebagai RT kan mengawasi setiap keseharian warga saya, gitu. Yang saya tahu sih ya dia ada masalah dari sisi keuangan, gitu."

Tidak Memiliki Pekerjaan Tetap

Anton menjelaskan MY tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menurut Anton, MY hanya sesekali membantu pekerjaan orang tuanya sebagai jasa servis dan cuci AC.

Anton mengungkapkan, "Pelaku ini tidak punya pekerjaan tetap, cuma terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC. Kadang-kadang ikut orang tuanya untuk ikut bantu-bantu servis AC, cuci AC."

Selain kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, polisi juga mengetahui MY pernah mengirimkan pesan ancaman serupa kepada ketua RT tempat tinggalnya.

Saat menerima ancaman tersebut, ketua RT memilih mengajak MY berkomunikasi.

Polisi menyatakan penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi teror tersebut.

Penulis :
Shila Glorya