HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Rakyat Tingkat Provinsi Diusulkan, Daya Tampungnya Diproyeksikan Mencapai 3.000 Siswa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sekolah Rakyat Tingkat Provinsi Diusulkan, Daya Tampungnya Diproyeksikan Mencapai 3.000 Siswa
Foto: Arsip - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyapa salah satu peserta didik di Sekolah Rakyat, Palangka Raya beberapa waktu lalu (sumber: Disdik Kalteng)

Pantau - Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menyatakan jumlah Sekolah Rakyat di provinsi tersebut diproyeksikan bertambah melalui usulan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi dengan kapasitas sekitar 3.000 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan usulan tersebut melengkapi empat Sekolah Rakyat yang saat ini sedang dipersiapkan di sejumlah kabupaten dan kota.

“Selain empat Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan, pemerintah provinsi juga tengah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi. Usulan tersebut telah dibahas langsung oleh Gubernur bersama Menteri Sosial saat kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah,” ungkap Reza.

Empat Sekolah Rakyat Sedang Dipersiapkan

Empat Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan berlokasi di Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Keempat sekolah tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap program Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Reza menjelaskan Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah kabupaten atau kota memiliki daya tampung sekitar 1.080 siswa.

“Kalau yang dikelola kabupaten atau kota daya tampungnya sekitar 1.080 siswa, maka untuk Sekolah Rakyat tingkat provinsi diproyeksikan mampu menampung hingga sekitar 3.000 siswa,” katanya.

Seluruh biaya pendidikan bagi peserta didik di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan secara gratis.

Lokasi Menunggu Studi Kelayakan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran berkomitmen mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Pesan Pak Gubernur selalu sama, yaitu kita harus berkolaborasi. Bukan hanya pemerintah provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota, agar seluruh program Bapak Presiden di Kalimantan Tengah dapat berjalan dengan baik,” ujar Reza.

Reza menyampaikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi belum dapat diumumkan karena masih menunggu proses studi kelayakan.

Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lahan layak dibangun, lokasi aman, serta lingkungan mampu memberikan kenyamanan bagi peserta didik.

“Kita tidak bisa langsung membangun begitu saja. Semua harus melalui kajian yang mendalam, mulai dari kondisi tanah, struktur lahannya, hingga aspek keamanan bangunan,” tegasnya.

Penulis :
Arian Mesa