
Pantau - Pesepak bola Luke Anthony Vickery resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah di KJRI Sydney, Australia, dengan harapan dapat memperkuat Timnas Indonesia dan membantu mewujudkan target tampil di Piala Dunia 2030.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan harapan tersebut merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan, "Saya berharap Luke bisa berjuang bersama dengan pemain timnas lain untuk bahu membahu mewujudkan keinginan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Masyarakat Indonesia, untuk tampil di Piala Dunia 2030."
Luke Anthony Vickery resmi menjadi WNI setelah melalui sejumlah tahapan naturalisasi yang diawali dengan usulan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal 2026.
Setelah melalui seleksi administrasi dan kajian Tim Pemeriksa Peneliti Pemberian Kewarganegaraan (TP3K) lintas kementerian, Vickery dinilai layak memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
Rekomendasi DPR untuk naturalisasi Vickery diperoleh pada 17 Juni 2026 sebelum usulan tersebut disampaikan kepada Presiden untuk penetapan sebagai WNI.
Vickery Siap Perkuat Timnas Indonesia
Proses pengambilan sumpah Vickery didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum RI Nico Afinta, Wakil Duta Besar RI untuk Australia Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Kepala Konsulat Jenderal RI di Sydney Pendekar Muda Leonard Sondakh.
Usai resmi menjadi WNI, Vickery menegaskan komitmennya untuk berjuang bersama Timnas Indonesia.
Ia mengatakan, "Saya bersama tim siap membawa Indonesia tampil pada Piala Dunia 2030."
Berkarier di Liga Australia
Luke Anthony Vickery merupakan pesepak bola berusia 19 tahun yang lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii.
Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu, dengan nenek yang lahir di Medan pada 3 Desember 1937.
Saat ini Vickery berkarier bersama klub McArthur Sydney di Liga A Australia.
Sebelum bergabung dengan McArthur Sydney, Vickery pernah memperkuat Western United di Liga A Australia.
- Penulis :
- Arian Mesa





