HOME  ⁄  Nasional

BP Batam Siapkan Lahan 18,5 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Perdana di Rempang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BP Batam Siapkan Lahan 18,5 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Perdana di Rempang
Foto: Foto: Peninjauan BP Batam bersama pemangku kepentingan ke lokasi lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Batam, Kepri. (Sumber: BP Batam.)

Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan lahan seluas 18,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat perdana di Kota Batam yang berlokasi di kawasan Rempang, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari program prioritas nasional di bidang pendidikan.

Pembangunan Masuki Tahap Pembersihan Lahan

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan BP Batam terus mengawasi pelaksanaan program prioritas nasional agar seluruh proses pembangunan berlangsung secara terencana, aman, dan sesuai standar teknis.

"Pembangunan sekolah terintegrasi dengan luas 18,5 hektare saat ini memasuki tahap pembersihan lahan yang masuk dalam Tanah HPL (Hak Pengelolaan Lahan) milik BP Batam. Tahap awal ini menjadi pondasi penting sebelum memasuki pekerjaan berikutnya," ujarnya.

Lahan pembangunan berada di atas Tanah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik BP Batam dan saat ini telah memasuki tahap pembersihan lahan sebagai fondasi awal sebelum proses pembangunan berikutnya.

Pimpinan BP Batam juga telah meninjau langsung progres penyiapan lahan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan kondusif.

Sekolah Rakyat di Rempang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diharapkan menghadirkan lingkungan belajar berkualitas, inklusif, serta mendukung pengembangan karakter, kompetensi, dan daya saing peserta didik.

Pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut akan diberikan tanpa dipungut biaya.

Ditargetkan Menjadi Model Nasional

Amsakar mengatakan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap program Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas.

"Perhatian Bapak Presiden dan pemerintah pusat ini mencerminkan besarnya komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dan ini harus kita kawal bersama," ungkapnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan percepatan pembangunan akan terus dikawal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Percepatan pembangunan akan terus dikawal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Li mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi yang aman dan kondusif agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif agar proses pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik, sehingga sekolah ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan pendidikan anak-anak kita sebagai generasi unggul Indonesia," ujarnya.

Menurut Li, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sarana pendidikan.

"Sekolah Rakyat di Rempang ini diproyeksikan menjadi role model bagi pembangunan sekolah serupa di berbagai daerah di Indonesia. Melalui sekolah ini, diharapkan semakin banyak anak-anak Indonesia, khususnya di Batam, dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi terbaiknya," ungkapnya.

Di Provinsi Kepulauan Riau saat ini telah beroperasi tiga Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang.

Penulis :
Shila Glorya