HOME  ⁄  Nasional

Kementan Sebut Kemarau Geser Musim Tanam Padi di Bengkulu

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementan Sebut Kemarau Geser Musim Tanam Padi di Bengkulu
Foto: Foto: Seorang petani di Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong tengah melakukan pemupukan tanaman padi, Kamis (16/7/2026) (sumber: ANTARA/Nur Muhamad)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut musim tanam padi di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu mengalami pergeseran jadwal akibat kondisi musim kemarau yang berlangsung belakangan ini.

Target Produksi Padi Bengkulu 2026

Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan sekaligus Penjabat Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu Andi Muhammad Idil Fitri menyampaikan perubahan musim tanam tersebut di Rejang Lebong.

Target sektor pertanian padi Provinsi Bengkulu pada 2026 mencakup luas tanam 104.604 hektare dengan produksi 350 ribu ton gabah kering giling (GKG).

Andi menjelaskan musim tanam April-September (Apsep) mengalami perubahan karena kondisi iklim saat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Puncak musim kekeringan diperkirakan terjadi pada September 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino yang berdampak terhadap jadwal tanam padi.

Pemerintah Siapkan Dukungan Pertanian

Untuk musim tanam Oktober-Maret (Okmar), pemerintah memperkirakan wilayah Bengkulu telah memasuki musim hujan sehingga petani dapat kembali melakukan penanaman.

Kementan mendorong lahan yang memiliki sistem pengairan memadai agar segera melakukan penanaman pada Juli serta memanfaatkan peluang musim tanam ketiga di luar dua musim tanam utama.

Pemerintah pusat melalui Kementan juga menyalurkan bantuan untuk mendukung program swasembada pangan di Bengkulu.

Salah satu wilayah penerima bantuan adalah Kabupaten Rejang Lebong dengan usulan bantuan benih padi reguler untuk lahan seluas 32.000 hektare, program optimalisasi lahan seluas 3.000 hektare, serta program tanaman kopi seluas 300 hektare.

Selain bantuan benih dan optimalisasi lahan, Kementan menyiapkan dukungan infrastruktur pengairan berupa enam unit irigasi perpipaan (irpip).

Pada tahap pertama, terdapat 10 lokasi yang akan menerima pembangunan irigasi tersier, sementara usulan pembangunan irigasi tahap kedua masih dalam proses verifikasi.

Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat menjaga produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Penulis :
Shila Glorya