
Pantau - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) Bhayu Rhama menilai peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah awal, sehingga fokus berikutnya harus bergeser dari membangun koperasi menjadi membangun ekosistem koperasi agar mampu menjadi institusi ekonomi desa yang profesional, dipercaya masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan.
Fokus Penguatan Ekosistem Koperasi
Bhayu mengatakan tantangan utama setelah peluncuran KDKMP adalah memastikan koperasi tumbuh sebagai institusi ekonomi desa yang memiliki tata kelola yang baik serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Maka, fokus kita harus bergeser dari sekadar membangun koperasi, bergeser menuju membangun ekosistem koperasi," kata Bhayu.
Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri atau bangunan yang telah dibangun.
Ia menjelaskan Koperasi Merah Putih tidak diposisikan sebagai pesaing warung rakyat maupun sekadar unit perdagangan, melainkan sebagai simpul penguatan ekonomi desa yang bermitra dengan UMKM, kelompok tani, nelayan, pelaku usaha lokal, dan berbagai lembaga ekonomi masyarakat.
Bhayu menegaskan koperasi yang sehat harus didukung tata kelola yang baik, kepemimpinan yang kuat, partisipasi anggota yang tinggi, kepercayaan masyarakat, serta unit usaha produktif yang berkembang sesuai potensi lokal.
Pendampingan Kelembagaan Dinilai Penting
Di Kalimantan Tengah, percepatan implementasi program KDKMP terus berlangsung.
Berdasarkan data Kodam XXII/Tambun Bungai hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 72 koperasi telah selesai dibangun sebagai hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah desa.
Bhayu mengatakan pengalaman empiris FISIP UPR menunjukkan koperasi yang baru dibentuk umumnya masih menghadapi persoalan kapasitas organisasi, tata kelola, transparansi, akuntabilitas, kepemimpinan, serta rendahnya kepercayaan masyarakat.
"Jadi, pendampingan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.
Sebagai implementasi pendekatan tersebut, FISIP UPR mendampingi Koperasi Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya melalui kolaborasi lintas disiplin.
Tim Jurusan Ilmu Pemerintahan memperkuat kelembagaan koperasi menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) melalui penguatan tata kelola, transparansi, akuntabilitas, kepemimpinan, dan partisipasi anggota.
Sementara itu, Jurusan Sosiologi mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal yang menghasilkan produk unggulan abon ikan gabus, disertai pengembangan identitas merek, desain kemasan, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha berbasis koperasi.
Hasil evaluasi menunjukkan meningkatnya kapasitas serta pemahaman anggota dalam pengelolaan koperasi, sekaligus tumbuhnya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha produktif berbasis sumber daya lokal.
"Pengalaman tersebut mengajarkan koperasi akan tumbuh lebih kuat apabila penguatan kelembagaan berjalan bersamaan dengan pengembangan unit usaha yang sesuai dengan karakteristik ekonomi lokal," ucap Bhayu.
Ia menambahkan koperasi tidak cukup hanya menjadi tempat menjual barang, tetapi juga harus berkembang sebagai pusat pembelajaran, pusat inovasi, dan pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
FISIP UPR menyatakan siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengawal implementasi Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah provinsi tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick





