
Pantau - Indonesia resmi bergabung sebagai anggota pendiri Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) yang diinisiasi China melalui penandatanganan dokumen pendirian organisasi di Shanghai pada Kamis (16/7).
Indonesia Perkuat Peran dalam Tata Kelola AI Global
Penandatanganan dokumen pendirian WAICO dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026.
Airlangga mengungkapkan, "Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan dari PBB, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia."
Sebanyak 29 negara menandatangani dokumen pendirian WAICO, termasuk China, Kazakhstan, Laos, Pakistan, Rusia, Brasil, Afrika Selatan, serta dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Airlangga mengatakan, "Indonesia perlu terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global tentang AI untuk pengembangan yang sehat dan ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil untuk kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB."
Dokumen pendirian WAICO menetapkan organisasi tersebut sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen dengan personalitas hukum internasional, sekaligus menjadikan seluruh negara penandatangan sebagai anggota pendiri.
WAICO dibentuk untuk memperkuat kerja sama internasional dan tata kelola global di bidang kecerdasan artifisial dengan pendekatan yang berpusat pada manusia serta sejalan dengan tujuan Piagam PBB.
Airlangga Sebut Keanggotaan Indonesia Bersifat Strategis
Airlangga menegaskan kehadiran Indonesia sebagai anggota pendiri merupakan langkah strategis untuk memastikan pengembangan tata kelola AI global tetap berorientasi pada kepentingan manusia dan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh negara, terutama negara berkembang.
Ia mengungkapkan, "Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide) dan pengelolaan AI agar lebih aman (safe), tepercaya (trustworthy), dan beretika (ethical)."
Sebelum penandatanganan, Airlangga mengikuti pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Pembentukan WAICO menjadi bagian dari rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 yang digelar di Shanghai dengan melibatkan sekitar 1.400 pembicara, 1.100 perusahaan, serta lebih dari 3.000 produk dan teknologi kecerdasan artifisial dari berbagai negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





