
Pantau - Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, membagikan 63 tong sampah pilah yang akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk mengolah sampah organik rumah tangga sebagai bagian dari upaya memperkuat pemilahan sampah dari sumbernya.
Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni mengatakan tong sampah tersebut akan digunakan untuk menampung sampah organik sisa dapur warga di lingkungan masing-masing.
"Tong sampah ini akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk menampung sampah organik sisa dapur warga. Semoga pengelolaan sampah organik bisa dilakukan langsung dari lingkungan masing-masing," kata Puja Akbar Sahroni.
Bantuan CSR Didistribusikan ke Tujuh RW
Sebanyak 63 tong sampah tersebut merupakan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari 10 perusahaan.
Tong sampah kemudian didistribusikan kepada tujuh RW di Kelurahan Susukan.
Selain tong sampah, setiap RW juga menerima bantuan tiga sak semen untuk mendukung pembangunan lubang biopori jumbo.
Menurut Puja, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.
Puja menilai percepatan pembangunan lubang biopori menjadi langkah penting seiring semakin diperkuatnya kebijakan pengurangan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang.
"Waktu semakin mendekat. Agustus tidak boleh lagi membuang sampah ke TPST Bantar Gebang. Makanya, kita terus galakkan pembuatan lubang biopori," ujarnya.
Partisipasi Warga Terus Meningkat
Kelurahan Susukan mencatat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah terus meningkat.
Dari total 8.967 rumah di tujuh RW, sebanyak 5.442 rumah atau sekitar 61 persen telah menerapkan pemilahan sampah.
Kelurahan Susukan menargetkan tingkat partisipasi pemilahan sampah meningkat menjadi 80 persen pada akhir Juli.
"Kelurahan Susukan menargetkan capaian tersebut meningkat hingga 80 persen pada akhir Juli," kata Puja.
Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur telah mendistribusikan 2.405 tong sampah ke 10 kecamatan untuk mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Pengurus RT dan RW di Jakarta Timur juga diminta menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri.
Selain itu, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur tengah mempersiapkan program penggunaan kantong plastik dengan warna berbeda sesuai jenis sampah yang saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
- Penulis :
- Arian Mesa





