
Pantau - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meminta kondisi Pasar Ikan Bintaro di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), segera diperbaiki agar sejalan dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro yang progresnya telah mencapai 94,24 persen.
Menteri Soroti Kondisi Pasar Ikan
Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan permintaan tersebut saat meninjau proyek KNMP Bintaro yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp11,9 miliar dan seluruh proses pembangunannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Proses pembangunan KNMP Bintaro sudah berjalan baik, tapi kondisi pasar ikan perlu dikoreksi untuk diperbaiki lagi," kata Sakti Wahyu Trenggono.
Pemerintah Kota Mataram berperan menyiapkan lahan pembangunan KNMP dan akan menerima hasil pembangunan setelah proyek selesai.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri KP didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, serta sejumlah pejabat terkait.
Usai meninjau KNMP Bintaro, Menteri KP bersama rombongan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al Hamidah, Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, sebelum melanjutkan agenda ke kabupaten lain.
Pemkot Siapkan Penataan Pasar
Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan catatan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai kondisi Pasar Ikan Bintaro akan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pasar Ikan Bintaro yang berada di sisi utara KNMP masih berada pada tahap pembangunan pertama sehingga penataan kawasan, pengelolaan sampah, dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya memadai.
"Untuk penataan los pasar, sampah, dan instalasi pengelolaan air limbah, segera kami perbaiki agar bisa menjadi kawasan terpadu dengan KNMP Bintaro," ujar Lalu Alwan Basri.
Berdasarkan data per 25 Juni 2026, Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Ade Tajudin Sutiawarman menyampaikan progres pembangunan KNMP Bintaro telah mencapai 94,24 persen.
"Dari 24 jenis pekerjaan yang dikerjakan di KNMP Bintaro, sebagian besar sudah rampung 100 persen. Sisanya sebanyak 8 jenis pekerjaan tinggal penyelesaian akhir," kata Ade Tajudin Sutiawarman.
Delapan pekerjaan yang masih diselesaikan meliputi pembangunan selter pendaratan ikan dengan progres 99,49 persen, kantor pengelola 99,98 persen, tempat ibadah 99,18 persen, dan gapura 98,76 persen.
Sebanyak 16 pekerjaan lainnya telah selesai 100 persen, di antaranya balai pertemuan nelayan, shelter cool box, pos jaga, fondasi pabrik es portabel, gudang beku portabel, bengkel nelayan, serta tempat pembuangan sampah.
"Diharapkan, KNMP tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat paling bawah bergerak dengan cepat memobilisasi kekuatan dan menggerakkan seluruh sektor ekonomi dan memberikan dampak besar, sesuai dengan target yang disampaikan Presiden Prabowo," ujar Ade Tajudin Sutiawarman.
Ia menambahkan program KNMP merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan guna menyediakan infrastruktur dasar sektor perikanan, memperkuat kelembagaan masyarakat pesisir, serta mendukung pemerataan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
"Selain itu, mendukung pemerataan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," kata Ade Tajudin Sutiawarman.
- Penulis :
- Shila Glorya





