HOME  ⁄  Nasional

China Tawarkan Enam Fokus Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kemitraan dengan Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Tawarkan Enam Fokus Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping dalam suatu kesempatan di Balai Agung Rakyat, Beijing, China. /ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/rwa.)

Pantau - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menawarkan enam fokus kerja sama strategis antara Indonesia dan China guna mendukung target pembangunan kedua negara, mulai dari hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, hingga ekonomi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Enam Sektor Jadi Prioritas Kerja Sama

Wang Lutong mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi sektor pertama yang perlu diperkuat karena kemampuan teknologi dan rantai pasok China dinilai dapat mendukung upaya Indonesia meningkatkan konektivitas nasional.

"Kedua pihak dapat terus memajukan proyek kerja sama berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan berorientasi masyarakat yang membawa manfaat nyata," ungkap Wang.

Ia menambahkan sektor kedua yang memiliki potensi besar adalah integrasi rantai pasok dan industri melalui kolaborasi hilirisasi sumber daya mineral dengan kapabilitas manufaktur China.

Menurut Wang, kerja sama tersebut dapat diperluas pada sektor kendaraan listrik, material baterai, pengolahan baja, elektronika, serta teknologi informasi.

Fokus ketiga diarahkan pada pembangunan hijau berkelanjutan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik, energi angin, sistem penyimpanan energi, teknologi pengurangan emisi karbon, serta pendanaan hijau.

AI, Maritim, dan Pertanian Jadi Peluang Baru

Wang menyebut ekonomi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi fokus keempat yang berpotensi memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

"Kedua pihak dapat meningkatkan kerja sama internasional dalam hal AI, sehingga memungkinkannya memberdayakan pembangunan energi dan menyuntikkan momentum baru dalam modernisasi di kedua negara kita," ujarnya.

Ia menjelaskan fokus kelima mencakup kerja sama maritim yang dinilai sejalan antara konsep Poros Maritim Dunia Indonesia dengan penguatan kekuatan maritim China.

Fokus keenam diarahkan pada peremajaan pedesaan dan modernisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah perdesaan.

Wang berpandangan penguatan enam sektor strategis tersebut dapat mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 dan Tujuan 100 Tahun Kedua China pada 2049.

"China dan Indonesia amat bisa menyelaraskan proses modernisasi masing-masing untuk sama-sama mencapai keberhasilan dan mewujudkan pembangunan bersama," kata Wang.

Penulis :
Ahmad Yusuf