
Pantau - Kementerian Pertanian membuka peluang ekspor produk unggas ke China dan kawasan Timur Tengah guna memperluas pasar, menyerap kelebihan produksi dalam negeri, serta meningkatkan kesejahteraan peternak nasional.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan, "Kementerian Pertanian tengah membuka peluang ekspor produk unggas ke berbagai negara, termasuk Tiongkok dan kawasan Timur Tengah, seiring meningkatnya kebutuhan pangan di pasar internasional."
Menurutnya, perluasan akses pasar ekspor menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sekaligus memperkuat daya saing industri perunggasan Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Ekspor bukan hanya soal harga dan kualitas produk. Ada proses diplomasi antarnegara yang harus dibangun."
Pemerintah terus memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara agar semakin banyak pasar ekspor terbuka bagi produk pertanian Indonesia.
Kementerian Pertanian menyatakan sektor perunggasan nasional saat ini mengalami kelebihan pasokan dibandingkan permintaan sehingga diperlukan pengelolaan distribusi yang lebih optimal.
Sudaryono mengungkapkan, "Ini sebenarnya good problem. Barangnya tersedia. Tinggal bagaimana kita mengelola supply, demand, distribusi, serta memastikan pasokan tersebar merata ke seluruh wilayah."
Kelebihan pasokan unggas terutama terjadi di Pulau Jawa sehingga pemerintah berupaya memperluas distribusi ke daerah yang masih membutuhkan untuk menjaga keseimbangan pasar.
Kementerian Pertanian juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar program Makan Bergizi Gratis dapat mengoptimalkan penyerapan komoditas pangan dalam negeri, termasuk ayam dan telur, ketika harga di tingkat peternak menurun.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste pada Maret 2026.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional per 14 Juli 2026, rata-rata harga ayam broiler di tingkat peternak naik menjadi Rp21.736 per kilogram dari Rp20.878 per kilogram pada pekan sebelumnya, sedangkan rata-rata harga telur ayam ras nasional mencapai Rp22.644 per kilogram.
- Penulis :
- Aditya Yohan





