HOME  ⁄  Nasional

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional saat Konser Akbar di Monas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional saat Konser Akbar di Monas
Foto: (Sumber : Aula Simfonia Jakarta kembali mengadakan konser di tengah kota, untuk semua kalangan dan semua umur. Konser yang akan dipimpin konduktor Stephen Tong akan diselenggarakan di silang Tenggara Monas yang akan dimulai pada pukul 18.30 WIB. ANTARA/Instagram/@jakarta.event/Ilham Kausar.)

Pantau - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menyusul penyelenggaraan Konser Akbar yang digelar pada Sabtu (18/7) malam.

Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Jika Terjadi Kepadatan

Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan konser tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan di sekitar kawasan Monas.

Ia mengungkapkan, "Kami menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada kegiatan tersebut di Monas dan kami mengimbau masyarakat untuk menghindari area ataupun ruas Jalan Merdeka Selatan, termasuk juga pintu Gambir ataupun Merdeka Timur."

Polda Metro Jaya tidak langsung memberlakukan penutupan maupun pengalihan arus lalu lintas sejak awal konser dimulai.

Robby menjelaskan, "Penutupan dan pengalihan jalan dilakukan secara situasional apabila memang Merdeka Selatan itu dipenuhi oleh parkiran roda dua maupun roda empat, ataupun dipenuhi oleh masyarakat, sehingga tidak bisa dilintasi. Maka, kami baru akan melaksanakan rekayasa lalin."

Polisi Sediakan Sejumlah Kantong Parkir

Pihak kepolisian menyiapkan sejumlah lokasi kantong parkir yang dapat dimanfaatkan masyarakat di sekitar kawasan Monas.

Lokasi parkir tersebut meliputi IRTI Monas, kawasan Gambir, dan area parkir Masjid Istiqlal.

Konser Akbar yang diselenggarakan Aula Simfonia Jakarta akan berlangsung di silang Tenggara Monas mulai pukul 18.30 WIB.

Konser tersebut menghadirkan pertunjukan orkestra simfoni dan paduan suara berskala besar di ruang terbuka yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Penulis :
Ahmad Yusuf