
Pantau - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) optimistis mampu menjaga laba bersih di atas Rp1 triliun pada 2026 melalui peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional meski menghadapi tantangan fluktuasi nilai tukar rupiah serta perubahan harga minyak dunia.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi mengatakan proyeksi tersebut berdasarkan perkembangan kinerja perusahaan hingga pertengahan 2026.
"Kalau kita melihat run rate sekarang, Insya Allah bisa tercapai di atas Rp1 triliun," kata Eko saat ditemui dalam kegiatan Coastal Education dan Coastal Clean Up PTK di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu.
PTK Andalkan Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Biaya
Optimisme pencapaian laba tersebut disampaikan setelah PTK mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun sepanjang 2025.
Capaian tersebut meningkat 23 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,07 triliun.
Eko menjelaskan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta fluktuasi harga minyak dunia menjadi faktor eksternal yang terus dipantau karena dapat memengaruhi biaya operasional perusahaan.
Meskipun menghadapi dinamika ekonomi global, PTK berupaya mempertahankan kinerja dengan mengoptimalkan pendapatan dari seluruh lini bisnis serta menjaga pengeluaran agar tetap efisien.
"Pastinya kita akan coba meningkatkan revenue maupun laba kita semaksimal mungkin. Insya Allah pada tahun ini kita akan mencapai Rp1 triliun, tetapi tetap kita upayakan maksimal," ujar Eko.
Salah satu strategi yang diterapkan PTK adalah budget reserve atau pencadangan anggaran pada sejumlah pos yang masih dapat dioptimalkan tanpa mengganggu aktivitas operasional perusahaan.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan ruang antisipasi terhadap perubahan kondisi bisnis sekaligus menjaga kesinambungan operasional dan pengembangan usaha.
"Buat perusahaan cuma dua, bagaimana meningkatkan net profit, yaitu meningkatkan revenue dan menurunkan cost. Kita lakukan budget reserve, tetapi tidak mengganggu kegiatan operasional sehingga upaya peningkatan revenue tetap bisa berjalan," kata Eko.
PTK Perkuat Bisnis dan Strategi Keberlanjutan
PTK merupakan anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) yang menjadi bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina.
Perusahaan memiliki empat lini bisnis utama, yaitu penyediaan kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, pangkalan logistik di tepi pantai atau shorebase, serta layanan keagenan kapal.
Pada 2025, PTK mengoperasikan sebanyak 370 armada dengan capaian fleet commercial days sebesar 358,52 hari.
Pada periode yang sama, commission days PTK mencapai 120.118 hari, sedangkan commercial days mencapai 119.390 hari.
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada 2026, PTK melanjutkan penguatan bisnis inti, meningkatkan keunggulan operasional, melakukan transformasi digital, mengembangkan inovasi teknologi, serta memperluas bisnis baru.
PTK juga memperluas pangsa pasar layanan keagenan kapal, termasuk melayani kapal-kapal di luar lingkungan Pertamina Group.
Selain pengendalian biaya, PTK menjadikan efisiensi energi dan penerapan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing bisnis jangka panjang.
"Yang paling utama adalah bagaimana kita memastikan proses bisnis ini berkelanjutan. Yang kita kejar adalah berapa emisi karbon yang bisa kita turunkan dan berapa energy saving yang bisa kita lakukan," ujar Eko.
Pada 2025, PTK berhasil menurunkan emisi sebesar 66.721 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui program energi hijau, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa





