HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Trans Kontinental Edukasi Siswa Bitung Jaga Ekosistem Pesisir Lewat Aksi Bersih Pantai

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pertamina Trans Kontinental Edukasi Siswa Bitung Jaga Ekosistem Pesisir Lewat Aksi Bersih Pantai
Foto: Foto: Siswa peserta didampingi relawan mengumpulkan sampah saat kegiatan Coastal Education dan Coastal Clean Up yang diselenggarakan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (19/7/2026). (Sumber: ANTARA/Aria Ananda.)

Pantau - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memadukan edukasi lingkungan pesisir dengan aksi bersih Pantai Tangkoko, Kota Bitung, Sulawesi Utara, untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem laut dan kawasan pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa sekolah dasar dengan tujuan mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan pesisir yang memiliki potensi mendukung sektor pariwisata daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat sejak usia sekolah.

"Hari ini kita melakukan kegiatan Coastal Cleanup yang tujuannya menjaga kelestarian pantai sekaligus memberikan edukasi kepada adik-adik bahwa kelestarian lingkungan itu penting bagi keberlanjutan hidup dan keberlanjutan bisnis," kata Eko.

PTK Tambahkan Edukasi Lingkungan Pesisir

Kegiatan tahun ini berbeda dibandingkan pelaksanaan selama tiga tahun sebelumnya karena PTK menambahkan program Coastal Education atau pembelajaran mengenai lingkungan pesisir.

Materi yang diberikan kepada siswa mencakup ekosistem pesisir, pengelolaan sampah, serta dampak sampah plastik terhadap kehidupan laut.

Materi tersebut disampaikan oleh organisasi konservasi lingkungan kelautan Sea Soldier.

Para siswa juga diperkenalkan dengan posisi Sulawesi Utara yang berada dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle serta pentingnya membiasakan pemilahan sampah sejak dini.

Kegiatan Coastal Education dan Coastal Clean Up melibatkan siswa sekolah dasar di sekitar kawasan Tangkoko, masyarakat, Pemerintah Kota Bitung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, komunitas lingkungan, serta sejumlah entitas Pertamina Group.

Eko menjelaskan Pantai Tangkoko dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi pariwisata serta berada tidak jauh dari wilayah operasional Pertamina di Integrated Terminal Bitung.

"Pantainya begitu indah. Wilayah Bitung memiliki gunung dan pesisir yang lengkap. Ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi daerah pariwisata, tetapi dengan tetap menjaga kelestarian pesisir pantai dan kebersihannya," ujar Eko.

Kolaborasi Jaga Pantai Tangkoko dan Kurangi Sampah Laut

Setelah mengikuti sesi edukasi, para siswa melakukan aksi bersih pantai sebagai penerapan langsung dari materi pengelolaan sampah dan perlindungan ekosistem pesisir.

PTK juga memberikan dukungan kepada sekolah peserta berupa buku edukasi maritim, alat tulis, serta sarana pemilahan sampah untuk mendukung pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Audy Lengkong mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kawasan pesisir.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya dalam pengelolaan lingkungan membuat kerja sama berbagai pihak menjadi penting.

"Pemerintah juga mendorong supaya kebersihan pantai di wilayah ini menjadi hal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kontribusi terhadap masyarakat, baik ekonomi maupun pariwisata di wilayah ini," kata Audy.

Upaya pelestarian kawasan pesisir tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sampah laut melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program tersebut menargetkan pengurangan sampah laut secara bertahap hingga 50 persen pada 2029 melalui pendekatan dari sungai, pesisir, pelabuhan, pulau-pulau kecil, hingga aktivitas kapal.

Program Coastal Clean Up PTK di Tangkoko merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Semarang pada 2023, Kulon Progo pada 2024, dan Cilacap pada 2025.

Berdasarkan data PTK, rangkaian kegiatan sepanjang 2023–2025 berhasil mengumpulkan 37,82 ton sampah, melibatkan lebih dari 3.972 peserta, serta menghasilkan potensi pengurangan emisi sebesar 31,4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Penulis :
Arian Mesa