
Pantau - Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap kru Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar bagian barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang terjadi pada Rabu (15/7/2026).
Nakhoda dan Sembilan ABK Jalani Pemeriksaan
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda kapal dan sembilan anak buah kapal (ABK).
Pemeriksaan dilakukan secara intensif oleh penyidik gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim Polsek Pasimasunggu, personel gabungan BKO Polres Kepulauan Selayar, personel Satuan Reskrim Polda Sulawesi Selatan, serta personel Satuan Polairud Polda Sulawesi Selatan.
"Proses pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif dan memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tenggelamnya kapal dapat diketahui dengan jelas," ungkap Didid.
Selain memeriksa kru kapal, personel gabungan juga melakukan pendataan ulang jumlah penumpang dengan mencocokkan data manifes kapal, laporan keluarga korban, identitas korban yang telah ditemukan, serta identitas korban yang masih dalam pencarian.
Didid menegaskan penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yaitu mendukung operasi kemanusiaan untuk mencari korban dan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kecelakaan.
Kepolisian memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional dan verifikasi data korban terus dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada publik akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
57 Penumpang Berhasil Diselamatkan, 20 Masih Dicari
Operasi SAR pencarian korban KM Nurul Salsa masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.
Berdasarkan data awal, KM Nurul Salsa membawa total 78 orang saat mengalami kecelakaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian.
Dalam perkembangan terbaru, lima penumpang kembali ditemukan oleh KMN Sinar Matoanging 04 pada hari keempat pencarian dalam kondisi mengapung di laut.
Kelima korban tersebut bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong atau rumah ikan milik nelayan.
Dengan ditemukannya lima penumpang tersebut, jumlah korban yang berhasil diselamatkan bertambah menjadi 57 orang, sementara 20 penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 orang.
Saat berada di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Benteng Selayar, kapal mengalami gangguan mesin yang menyebabkan kapal perlahan tenggelam ke laut.
- Penulis :
- Shila Glorya





