HOME  ⁄  Nasional

Polisi Selidiki Penembakan Pengemudi Ojek yang Gagalkan Aksi Curanmor di Matraman

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polisi Selidiki Penembakan Pengemudi Ojek yang Gagalkan Aksi Curanmor di Matraman
Foto: (Sumber :Tempat kejadian perkara (TKP) penembakan seorang pengemudi ojek saat berupaya menghalangi tindak pencurian sepeda motor (curanmor) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi..)

Pantau - Polisi masih menyelidiki kasus penembakan terhadap seorang pengemudi ojek yang terjadi saat korban berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Periksa Saksi

Kapolsek Matraman AKP Suripno mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait percobaan pencurian sepeda motor yang disertai penembakan terhadap warga.

Ia mengungkapkan, "Sementara proses masih dalam penyelidikan terkait kasus penembakan."

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa dua saksi untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Ia mengungkapkan, "Penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Yang jelas, warga yang menghalangi percobaan curanmor kena tembak."

Suripno menambahkan proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Ia mengungkapkan, "Olah TKP sudah dilakukan, dan dua saksi pendukung juga telah kami periksa, demikian sementara proses masih lidik."

Saksi Sebut Korban Ditembak Saat Menghalangi Pelaku

Saksi mata bernama Evi mengatakan korban saat itu sedang menunggu penumpang yang membeli obat ketika mendengar teriakan "maling" dari arah Pasar Palmeriam.

Ia mengungkapkan, "Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah dihalangi, langsung bunyi, 'dor' tembakan tuh. Saya langsung bilang, Lah, ditembak, ditembak."

Menurut Evi, sekitar sepuluh warga sempat mengejar dua terduga pelaku yang mengenakan masker sebelum keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Korban mengalami luka tembak di bagian paha hingga mengeluarkan banyak darah sebelum dievakuasi ke rumah sakit.

Ia mengungkapkan, "Tadinya tidak jatuh tuh. Pas saya teriak, 'berdarah itu, darah, darah, darah' saya gitu, langsung, jatuh itu orang (tidak mati), langsung dibawa puskesmas dulu tapi tidak diterima, dibawa ke rumah sakit."

Evi juga menyebut pelaku menembakkan senjata saat melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya.

Ia mengungkapkan, "Pakai masker dua pelaku itu. Orang-orang juga lihat, cuma tidak berani karena dengar tembakan. Saya saja langsung lari, takut."

Penulis :
Ahmad Yusuf