
Pantau - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp5,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk membangun tiga jembatan di kawasan rawan banjir yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan dan dapat dimanfaatkan masyarakat pada November 2026.
Pembangunan tersebut bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan warga, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini kerap terisolasi saat curah hujan tinggi.
Pembangunan Masuki Tahap Kontrak
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Noprisman mengatakan lokasi pembangunan sebenarnya telah diidentifikasi sejak 2023, namun realisasinya sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran.
Ia mengungkapkan, "Sebenarnya Dinas PUPR telah mengidentifikasi lokasi-lokasi tersebut sejak tahun 2023, namun saat itu masih terkendala anggaran. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan."
Noprisman mengatakan seluruh pekerjaan pembangunan kini telah memasuki tahap kontrak setelah lokasi yang diusulkan ditetapkan.
Ia mengungkapkan, "Untuk lokasi yang diusulkan kini sudah kita laksanakan dan seluruh pekerjaan sudah berkontrak. Mudah-mudahan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sehingga pada November mendatang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat."
Tiga lokasi pembangunan jembatan berada di kawasan Pancur Mas, Betungan, dan Muara Bangkahulu atau Pematang Gubernur.
Anggaran pembangunan masing-masing jembatan meliputi sekitar Rp1,4 miliar untuk Jembatan Betungan, sekitar Rp1,8 miliar untuk Jembatan Pancur Mas, dan sekitar Rp2 miliar untuk Jembatan Pematang Gubernur.
Perbedaan besaran anggaran tersebut disebabkan oleh kebutuhan konstruksi yang berbeda pada masing-masing jembatan.
Kolaborasi dengan Polresta dan Rekayasa Lalu Lintas
Pembangunan tiga jembatan merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bengkulu dan Polresta Bengkulu yang berperan aktif menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan melalui Bhabinkamtibmas.
Kepolisian juga melaporkan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah daerah serta melakukan validasi lokasi agar pembangunan tepat sasaran sebagai tindak lanjut konkret dari aduan masyarakat.
Selama proses pembangunan, Dinas PUPR Kota Bengkulu akan menerapkan penutupan total akses jalan di lokasi proyek disertai pengalihan arus lalu lintas.
Sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas akan segera dilakukan kepada masyarakat yang diimbau memaklumi penutupan jalan dan pengalihan arus selama pekerjaan berlangsung.
Noprisman menjelaskan konstruksi jembatan tidak dapat dilakukan dengan metode pengecoran secara bertahap karena struktur beton memerlukan masa perawatan hingga mencapai umur beton yang sesuai sebelum aman dilintasi kendaraan berat.
Ia mengungkapkan, “Untuk beton membutuhkan waktu hingga mencapai umur yang sesuai sehingga tidak bisa langsung digunakan setelah selesai dicor. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama.”
- Penulis :
- Shila Glorya





