HOME  ⁄  Nasional

Askweni Mendorong BP Batam Mengolah Sampah Jadi Listrik untuk Atasi Banjir dan Tarik Investasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Askweni Mendorong BP Batam Mengolah Sampah Jadi Listrik untuk Atasi Banjir dan Tarik Investasi
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VI DPR RI Askweni dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama BP Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Farhan/Mahendra)

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Askweni mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas pembangunan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik setelah menyoroti sekitar 30 titik banjir di Batam yang disebut dipicu persoalan sampah dan keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

Soroti Banjir dan Potensi Energi dari Sampah

Askweni menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama BP Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan persoalan sampah tidak hanya berdampak terhadap kebersihan kota, tetapi juga berkontribusi terhadap banjir akibat lambatnya pengangkutan sampah ke TPA yang memiliki kapasitas terbatas.

"Askweni mengungkapkan, "Saya mendapat informasi bahwa di Batam itu sekarang ada lebih kurang 30 titik banjir. Tiga puluh titik banjir itu diakibatkan oleh sampah karena lambatnya pengangkutan sampah ke TPA, karena kapasitas TPA-nya yang kurang.""

Ia menjelaskan data yang diterimanya menunjukkan timbunan sampah di Batam mencapai sekitar 1.300 ton per hari sehingga memiliki potensi untuk diolah menjadi energi listrik.

Ia mengatakan setiap 1.000 ton sampah yang diolah menjadi energi dapat menghasilkan sekitar 20 megawatt listrik sehingga 1.300 ton sampah per hari diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 26 megawatt atau mencukupi kebutuhan listrik puluhan ribu rumah.

Ia juga mendorong Batam mencontoh negara yang telah berhasil mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi seperti Singapura serta memanfaatkan keberadaan Danantara dan BUMN di sektor tersebut untuk menarik investasi.

Ia mengungkapkan, "Saya ingin melihat bagaimana sampah di Batam menjadi energi listrik. Bapak bisa produksi sendiri, setiap hari menghasilkan listrik yang bisa menghidupi 20 ribuan rumah dari sampah saja. Nanti kalau ini berjalan, investor ada yang masuk, Bapak bisa kekurangan sampah dan dengan demikian kebersihan, termasuk keindahan dan banjir itu bisa teratasi."

Dorong Sabang Maksimalkan Potensi Maritim

Selain membahas Batam, Askweni meminta BP Kawasan Sabang mengoptimalkan potensi maritim, khususnya sebagai pusat pengisian bahan bakar kapal di jalur pelayaran Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Ia menilai potensi ekonomi sektor maritim Indonesia masih sangat besar dan perlu dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Ia mengatakan, "Sabang itu kita tahu bersama merupakan jalur pelayaran tersibuk, Selat Malaka. Sehingga potensi di sana salah satunya adalah lokasi pengisian bahan bakar kapal. Walaupun Bapak di Sabang, tapi berpikirnya harus internasional. Sesungguhnya potensi pendapatan terbesar negara ini ada di laut. Singapura itu bisa ribuan triliun. Ini harus kita pikirkan."

Askweni juga mendorong Kepala BPKS memperkuat kajian dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di bidang investasi dan kemaritiman agar Sabang mampu menarik investor, membuka lapangan kerja, serta berkembang sebagai pusat logistik, industri perikanan, pariwisata, dan layanan pengisian bahan bakar kapal.

Ia menegaskan, "Bagaimana Bapak bisa meyakinkan dengan kapasitas pengetahuan dan kajian bahwa Sabang itu bisa berpotensi mengundang investor sehingga membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, bagaimana Sabang bisa menjadi tempat tujuan wisata, pengelolaan ikan, pengisian bahan bakar kapal dan sebagainya."

Penulis :
Ahmad Yusuf