HOME  ⁄  Nasional

Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Wujudkan Kota Bersih dan Tertata

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Wujudkan Kota Bersih dan Tertata
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (sumber: Kemendagri)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) menggalakkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan tertata.

Ajakan tersebut disampaikan Tito dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 3 September malam.

Tito mengatakan Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai peningkatan kebersihan dan penataan kota melalui penyelarasan program pemerintah pusat dan daerah.

"Beliau (Presiden) ingin agar kita, semua program, pusat dan daerah, untuk membuat kota menjadi bersih. Artinya pengurangan sampah, baik dari hulu, semenjak di rumah tangga, maupun di hilir," ungkap Tito.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Salah satu fokus utama Gerakan Indonesia ASRI adalah mengurangi dan mengelola sampah secara menyeluruh dari sumbernya hingga tahap akhir pengolahan.

Menurut Tito, penanganan persoalan sampah perlu dimulai dari hulu, termasuk dari rumah tangga sebagai salah satu sumber sampah.

Penanganan kemudian dilanjutkan di bagian hilir melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk dengan mengolah sampah menjadi energi.

Pemerintah juga dapat menerapkan konsep 3R, yakni mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) dalam menangani persoalan sampah.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan juga dapat diperkuat melalui kerja bakti atau korve secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Tito menyebut kegiatan semacam itu selama ini telah dilakukan oleh sejumlah instansi dan dapat diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah secara rutin.

Pemerintah daerah dinilai memiliki kewenangan sekaligus peran strategis untuk memastikan Gerakan Indonesia ASRI memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan.

Kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota didorong membuat kebijakan yang mendukung kebersihan dan penataan lingkungan, termasuk dengan keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau semua kepala daerah, seluruh gubernur-gubernur, bupati, wali kota semua membuat kebijakan yang sama, BUMN semua membuat kebijakan yang sama, bersihlah sebagian," kata Tito.

Kesamaan kebijakan dari berbagai unsur pemerintah tersebut diharapkan dapat memperluas dampak Gerakan Indonesia ASRI.

Spanduk dan Baliho Diminta Lebih Tertata

Selain persoalan sampah dan kebersihan, Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian terhadap kerapian tata kota, termasuk penempatan media promosi di ruang publik.

Pemasangan spanduk dan baliho diminta dilakukan secara lebih tertib dengan mempertimbangkan aspek estetika agar tidak mengganggu keindahan tata ruang perkotaan.

Tito mengatakan penataan media promosi dapat mengacu pada praktik yang diterapkan di sejumlah negara maju.

Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah videotron sebagai media promosi sehingga tata ruang perkotaan terlihat lebih rapi dan indah dibandingkan pemasangan media promosi secara tidak tertata.

Perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan juga tercermin dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II dengan ditetapkannya Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri sebagai salah satu kategori penilaian.

Kategori tersebut diharapkan mendorong pemerintah daerah meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus semakin aktif menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, BUMN, dan masyarakat didorong memperkuat gotong royong dalam mengelola sampah, menjaga kebersihan, serta memperbaiki kerapian dan estetika lingkungan perkotaan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026