
Pantau - Laporan Emissions Gap Report 2025: Off Target dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menunjukkan kebijakan yang berlaku saat ini menempatkan dunia pada jalur pemanasan hingga 2,8 derajat Celsius sepanjang abad ini.
Bahkan apabila Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional atau Nationally Determined Contributions (NDC) dilaksanakan sepenuhnya, pemanasan global masih diproyeksikan mencapai 2,3 hingga 2,5 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menunjukkan komitmen iklim yang ada belum cukup untuk menahan laju pemanasan sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat perubahan iklim.
UNEP juga memperkirakan rata-rata suhu global akan melampaui 1,5 derajat Celsius dalam dekade mendatang sehingga pengurangan emisi yang lebih cepat dan besar diperlukan untuk membatasi dampaknya.
Krisis Iklim Berdampak pada Ekonomi
Dampak perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan cuaca, tetapi juga berpotensi menjalar ke sektor energi, transportasi, industri, perdagangan, hingga keuangan.
Fenomena pada 2026 memperlihatkan tekanan panas dan keterbatasan air telah memengaruhi sejumlah aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Di Prancis, gelombang panas dan penurunan debit sungai sempat membatasi operasional pembangkit listrik tenaga nuklir yang membutuhkan pasokan air untuk sistem pendinginan.
Di Jerman, penyusutan muka air Sungai Rhine sempat membatasi kapasitas angkut kapal dan mengganggu distribusi barang.
Tekanan terhadap ketersediaan air di Terusan Panama juga mendorong pembatasan muatan dan jumlah transit kapal mulai September 2026.
Indonesia Hadapi Tantangan El Nino
Indonesia menghadapi tantangan serupa dengan El Nino pada 2026 menjadi salah satu sinyal iklim yang perlu diterjemahkan menjadi langkah kesiapsiagaan.
Risiko yang dapat diprakirakan memberikan waktu bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan sebelum dampak berkembang dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Peringatan dini menjadi penting karena tindakan yang baru dilakukan setelah dampak terjadi akan mempersempit kesempatan untuk mencegah kerugian sekaligus meningkatkan biaya penanganan.
Upaya menekan emisi dan memperkuat adaptasi diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat, lingkungan, serta berbagai kegiatan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim.
- Penulis :
- Aditya Yohan




