HOME  ⁄  Nasional

Menteri Lingkungan Hidup Sebut Indonesia Diminta Pimpin Isu Biodiversitas Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri Lingkungan Hidup Sebut Indonesia Diminta Pimpin Isu Biodiversitas Dunia
Foto: (Sumber :Tangkapan layar Menteri Lingkungan Hidup /Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat dalam agenda Peluncuran Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Bali-Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua di Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas.)

Pantau - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengatakan berbagai negara menginginkan Indonesia memimpin isu keanekaragaman hayati atau biodiversitas di tingkat global karena memiliki kekayaan biodiversitas terbesar.

Jumhur Hidayat mengatakan permintaan tersebut disampaikan saat pemerintah Indonesia menghadiri forum London Climate Action Week.

Jumhur Hidayat mengungkapkan, “Jumlah terrestrial biodiversity kita tambah marine, dijumlahkan, kita the biggest. Jadi karena itu, sangat wajar kalau ada permintaan dari berbagai negara untuk Indonesia menjadi leader dalam isu-isu biodiversity.”

Biodiversitas Dinilai Jadi Peluang Pembangunan Berkeadilan

Jumhur Hidayat menjelaskan Indonesia saat ini memasuki fase pembangunan gelombang kedua yang memanfaatkan sumber daya alam nonkonvensional yang lebih ramah lingkungan, termasuk kredit karbon.

Ia mengingatkan pemerintah perlu memastikan manfaat ekonomi dari kredit karbon dan kredit biodiversitas dapat dirasakan masyarakat di tingkat tapak, bukan hanya dinikmati pelaku perdagangan karbon.

Jumhur Hidayat mengatakan, “Kita harus menjadi pemimpin di situ, kita menjadi hub, dan keuntungan terbesar harus pada ground people atau masyarakat yang ada di tapak, dan saya rasa kita sedang menuju itu.”

Ia juga mengungkapkan, “Kalau orang bicara ada belasan ribu triliun dari carbon trading (perdagangan karbon), ini bisa lebih besar lagi tentang biodiversity credit (kredit biodiversitas). Jadi kita pastikan konservasi, dan kreditnya itu harus dipastikan juga bermanfaat untuk bangsa dan masyarakat yang di bawah. Mudah-mudahan equitable development (pembangunan yang berkeadilan) itu terjadi pada fase kedua pembangunan.”

Pemerintah Siapkan Basis Data dan Regulasi

Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah tengah membangun rumah data keanekaragaman hayati sebagai bagian dari balai kliring keanekaragaman hayati yang terkoordinasi lintas kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk rancangan peraturan pemerintah mengenai akses dan pembagian keuntungan atas pemanfaatan sumber daya genetik serta pendanaan keanekaragaman hayati melalui mekanisme kredit biodiversitas.

Jumhur Hidayat mengungkapkan, “Kita pastikan agar pemanfaatan keanekaragaman hayati serta berbagai instrumen yang dibangun menjadi penguat upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia yang menjaga keberlanjutannya, berkeadilan bagi masyarakat, memperhatikan basis saintifik dalam pengambilan keputusan diterapkan dengan tata kelola yang baik dan berintegritas, serta melibatkan berbagai pihak, the whole of government and the whole of society.”

Penulis :
Aditya Yohan