
Pantau - Partai Gerindra menegaskan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap kompak dan saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan serta meminta publik tidak mendramatisasi isu posisi duduk keduanya saat Sidang Kabinet Paripurna.
Gerindra Sebut Prabowo dan Gibran Tetap Kompak
Ketua DPP Gerindra Bambang Haryadi mengatakan isu mengenai posisi duduk Gibran yang tidak bersebelahan dengan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet hanya berkaitan dengan kebutuhan teknis.
"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, Presiden Prabowo memberikan ruang kepada Gibran untuk menjalankan tugas, termasuk berkeliling ke daerah guna menyerap aspirasi masyarakat dan meninjau pelaksanaan program pemerintah.
"Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," katanya.
Bambang juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai hubungan Presiden dan Wakil Presiden.
"Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," ujarnya.
Istana Jelaskan Pengaturan Tempat Duduk
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pengaturan posisi duduk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran saat Sidang Kabinet Paripurna dilakukan semata-mata karena kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
"Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out," ungkap Prasetyo.
"Kalau saudara-saudara perhatikan, Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





