HOME  ⁄  Nasional

KSOP Panarukan Tunda Pelayaran Situbondo-Madura Akibat Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KSOP Panarukan Tunda Pelayaran Situbondo-Madura Akibat Gelombang Tinggi dan Angin Kencang
Foto: (Sumber :Kapal Motor Penumpang Dharma Kartika bersandar tidak bisa berlayar di dermaga Pelabuhan Jangkar akibat cuaca buruk di Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/1/2023). ANTARA FOTO/Seno/wsj (ANTARA FOTO/SENO).)

Pantau - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menunda keberangkatan kapal feri dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, akibat cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang.

Penundaan pelayaran dilakukan sebagai tindak lanjut surat imbauan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca buruk yang diterbitkan Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran pada 23 Juli 2026.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilyanto mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta mengurangi risiko kecelakaan laut.

Ia mengatakan, "Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta mengurangi risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk."

Keputusan itu mengacu pada prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya yang diterbitkan pada 22 Juli 2026.

BMKG memprakirakan adanya peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di Perairan Pulau Sapudi bagian selatan dan Perairan Pulau Kangean bagian selatan selama 23 hingga 26 Juli 2026.

Herland mengungkapkan, "BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Madura dan sekitarnya berkisar antara 1 hingga 2 meter, dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, khususnya bagi kapal penumpang, kapal nelayan serta kapal berukuran kecil."

KSOP mengimbau seluruh operator dan nakhoda kapal terus memantau informasi serta pembaruan prakiraan cuaca maritim, terutama paling lambat dua jam sebelum jadwal keberangkatan.

Nakhoda juga diminta segera berkoordinasi dengan syahbandar terdekat apabila kondisi cuaca memburuk saat pelayaran berlangsung.

Herland mengatakan, "Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama, oleh karena itu kami mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali kondusif."

Penulis :
Ahmad Yusuf