HOME  ⁄  Nasional

IKJ Libatkan Empat Kelurahan dalam Festival Kali Pasir 2026 untuk Perkuat Kolaborasi Seni dan Budaya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IKJ Libatkan Empat Kelurahan dalam Festival Kali Pasir 2026 untuk Perkuat Kolaborasi Seni dan Budaya
Foto: (Sumber :Rektor IKJ Prof. M Syamsul Maarif (empat kiri) bersama Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany (empat kanan) membuka Festival Kali Pasir 2026 yang digelar di kawasan Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/Adimas Raditya)..)

Pantau - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) melibatkan masyarakat dari empat kelurahan di sekitar kampus dalam penyelenggaraan Festival Kali Pasir 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, warga, komunitas, dan pemerintah melalui kegiatan seni dan budaya.

Festival yang digelar pada 24-25 Juli 2026 di kawasan Kampus IKJ, Cikini, Jakarta Pusat, itu memasuki penyelenggaraan tahun kedua dengan mengusung tema "Aliran Seni Sungai Kota".

Rektor IKJ Prof. M. Syamsul Maarif mengatakan, "Festival Kali Pasir merupakan bentuk kolaborasi antara civitas akademika dan masyarakat sekitar Kampus Institut Kesenian Jakarta."

Syamsul menjelaskan kampus IKJ berada di tengah empat kelurahan, yakni Cikini, Kebon Sirih, Kwitang, dan Kenari, yang selama ini hidup berdampingan serta menjadi sumber inspirasi bagi karya para seniman.

Menurutnya, tema "Aliran Seni Sungai Kota" dipilih untuk menggambarkan seni sebagai ruang yang menghubungkan manusia, budaya, dan lingkungan sehingga mampu memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, karnaval, diskusi buku, pemutaran film, lokakarya kolaboratif, donor darah, bazar UMKM, pertunjukan musik, hingga berbagai aktivitas partisipatif yang melibatkan masyarakat.

Kolaborasi antara mahasiswa dan warga juga ditampilkan melalui pertunjukan lenong yang dimainkan bersama masyarakat Kali Pasir.

Festival Kali Pasir 2026 turut dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi dan kelompok seni, di antaranya The Adams, Sisitipsi, Indische Party, Kebunku, Jagad Pantomime, Boogie Dance, Yola Dance, serta bedah buku karya Seno Gumira Ajidarma dan Beng Rahadian.

Syamsul mengatakan festival tersebut menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Ia mengatakan, "Sebagai perguruan tinggi, IKJ memiliki tanggung jawab menghadirkan seni yang dekat dengan masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan ruang kebudayaan kota."

Ia berharap Festival Kali Pasir terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, seniman, pelaku UMKM, dan masyarakat serta menjadi salah satu ikon seni budaya Jakarta menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf