
Pantau - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin pada proyek MRT Fase 2A paket CP 201 selesai dan mulai beroperasi penuh pada akhir 2027.
Progres Pembangunan Capai Lebih dari 92 Persen
Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina mengatakan progres pembangunan fisik paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI hingga Monas telah mencapai sekitar 92 hingga 93 persen.
Ia mengungkapkan, "Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027."
Pengerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian interior stasiun yang meliputi pemasangan mekanikal-elektrikal, arsitektural, serta tahap finishing.
Weni memastikan nilai anggaran proyek senilai sekitar Rp4,1 triliun tetap sesuai kontrak awal meski dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Stasiun Monas Dilengkapi Konsep Heritage dan Sistem Antibanjir
MRT Jakarta menyebut tantangan utama pembangunan struktur bawah tanah pada paket tersebut adalah kondisi tanah yang lunak, namun telah diatasi melalui rekayasa teknik penstabilan tanah.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan Medan Merdeka Barat, proyek menggunakan metode box jacking dalam pembangunan terowongan menuju Jalan Museum Nasional tanpa mengganggu akses jalan di permukaan.
Stasiun Monas dirancang sebagai stasiun ikonik berbasis kawasan cagar budaya dengan panjang sekitar 220 meter dan kedalaman peron 15 hingga 18 meter di bawah tanah.
Weni menjelaskan, "Karena masuk kawasan heritage, bangunan di atas permukaan kita buat tidak tinggi, istilahnya sunken entrance yang langsung masuk ke area bawah tanah. Ventilasi dan cooling tower juga dibuat semi-sunken."
Stasiun tersebut dilengkapi sistem drainase khusus dan pintu penahan banjir (flood gate) untuk mengantisipasi genangan air pada area sunken entrance.
Stasiun Monas memiliki dua pintu masuk, yaitu Grand Entrance yang menghadap Monumen Nasional dan pintu masuk di Jalan Museum Nasional, serta dilengkapi koridor pameran edukasi, seni, dan pusat informasi wisatawan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





