
Pantau - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas di Jakarta Timur dan Jakarta Utara sebagai tindak lanjut atas kemacetan parah yang terjadi di kawasan Simpang Kolong Cakung akibat antrean truk kontainer.
Dishub Cari Solusi Bersama Pengelola Depo
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan rapat koordinasi digelar bersama seluruh pengelola depo untuk mencari solusi agar antrean truk kontainer tidak lagi memicu kemacetan panjang.
Ia mengungkapkan, "Iya, jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua."
Budi menjelaskan kemacetan dipicu oleh lonjakan peti kemas impor yang tidak diimbangi dengan arus ekspor sehingga terjadi penumpukan di depo.
Ia mengatakan, "Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo yang ada saat ini."
Ia menambahkan, "Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ."
Rekayasa Lalu Lintas dan Penambahan Kapasitas Depo
Dishub DKI berencana meminta pengelola terminal peti kemas meningkatkan kapasitas penumpukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Budi mengungkapkan, "Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi."
Sebagai langkah penanganan, Dishub DKI juga menutup sementara putaran Cakung di jalur Cakung-Cilincing dan mengalihkan truk kontainer menuju Terminal Tanah Merdeka.
Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas sekitar 200 truk kontainer sehingga dapat dimanfaatkan pengemudi untuk menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal.
Dishub mengimbau seluruh pengemudi truk kontainer mengikuti rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus yang telah disiapkan petugas guna mengurangi kepadatan di kawasan Cakung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





