
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengerahkan puluhan petugas serta kendaraan street sweeper dan mobil pemadam kebakaran berteknologi smoke removal untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan masyarakat.
Operasi mitigasi dilakukan di sepanjang Jalan Yos Sudarso pada Minggu (6/9/2026) dengan melibatkan 50 petugas gabungan dari sejumlah instansi.
“Langkah ini merupakan upaya cepat untuk mengurangi dampak abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto.
Petugas berasal dari Suku Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Penyemprotan Difokuskan di Jalan Yos Sudarso
Pembersihan abu vulkanik difokuskan di Jalan Yos Sudarso mulai dari lampu lalu lintas Koja hingga lampu lalu lintas Cempaka Putih dengan penyemprotan air menggunakan armada khusus.
“Kami mengimbau warga untuk tetap tenang. Hari ini, kami lakukan penyemprotan di sepanjang Jalan Yos Sudarso sebagai langkah mitigasi agar abu tidak beterbangan dan membahayakan,” ujar Edy.
Sebanyak empat unit street sweeper dikerahkan untuk menyapu jalan sekaligus menyemprot sisa abu agar tidak kembali beterbangan.
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara juga mengoperasikan empat mobil tangki untuk membersihkan trotoar dan taman di sepanjang jalan.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Budi Haryono mengatakan teknologi smoke removal digunakan agar penyemprotan air dapat menjangkau area lebih luas.
“Dengan alat ini, semprotan air bisa menjangkau lebih luas dan membantu menekan sebaran abu vulkanik di area jalan,” terang Budi.
Warga Diminta Gunakan Masker
Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta Utara M Fauzy meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan dampak abu vulkanik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa dengan menjaga kesehatan, seperti menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara berkala,” tutur Fauzy.
Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan mitigasi akan dilanjutkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas udara, kenyamanan, serta keselamatan masyarakat di tengah potensi dampak abu vulkanik,” ungkap Fauzy.
- Penulis :
- Aditya Yohan




