
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperpanjang penutupan sementara delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB demi menjaga keselamatan penerbangan.
Pengoperasian kembali bandara akan dilakukan setelah kondisi keselamatan penerbangan dapat dipastikan berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan informasi cuaca.
“Oleh sebab itu, melihat kondisi saat ini, demi keselamatan penerbangan, maka penutupan delapan bandara terdampak kembali diperpanjang hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB,” kata Dudy di Jakarta, Senin.
Delapan bandara yang ditutup adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Perubahan Arah Angin Jadi Perhatian
Dudy mengatakan Kementerian Perhubungan belum dapat memastikan kapan seluruh bandara kembali beroperasi karena kondisi cuaca dan arah angin masih dinamis.
“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ucap Dudy.
“Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan,” tambah Menhub.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta dilakukan sesuai NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku sampai pukul 08.59 WIB.
Kementerian Perhubungan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau serta pergerakan abu vulkanik yang dapat membahayakan operasional pesawat.
Pemeriksaan Abu Dilakukan Setiap 30 Menit
Salah satu langkah pemantauan dilakukan melalui paper test setiap 30 menit di seluruh bandara terdampak.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran abu vulkanik semakin meluas atau justru berkurang sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan operasional bandara.
Kementerian Perhubungan menegaskan pembukaan kembali delapan bandara akan mempertimbangkan hasil pemantauan serta aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.
Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah antisipasi karena material abu vulkanik dapat menimbulkan risiko terhadap penerbangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




