
Pantau - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyoroti penurunan alokasi anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir dan menegaskan komitmen Komisi I DPR RI untuk mendorong peningkatan anggaran pada tahun anggaran mendatang saat Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI di Markas Kodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Panglima Kodam IX/Udayana beserta jajaran pimpinan TNI dengan mengangkat tema "Akselerasi Pemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan Pertahanan Perbatasan RI-Timor Leste."
Komisi I DPR Dorong Kenaikan Anggaran Pertahanan
Utut menyatakan alokasi anggaran pertahanan perlu kembali ditingkatkan setelah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, "Keberpihakan di politik, anggaran 2024 sebesar Rp2.433.000.000 (triliun) sekarang turun menjadi Rp2.420.000.000 (triliun) di 2025. Nah ini tidak boleh lagi, kita harapkan di 2027 meningkat atau enggak di angka Rp2.450.000.000 (triliun) ke Rp2.550.000.000 (triliun)."
Utut menjelaskan alokasi anggaran yang telah disetujui Menteri Keuangan untuk Kementerian Pertahanan sebesar Rp139 triliun.
Ia menegaskan, "Supaya dipahami, angka yang sudah disetujui oleh Menteri Keuangan untuk Kementerian Pertahanan itu Rp139 triliun. Tetapi kami semua di Komisi I sepakat atas permintaan tambahan sebesar Rp195 triliun."
Seluruh anggota Komisi I DPR RI disebut telah menyepakati usulan tambahan anggaran bagi Kementerian Pertahanan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertahanan nasional.
Fokus Penguatan Pertahanan dan Modernisasi Alutsista
Utut mengatakan penguatan sektor pertahanan sejalan dengan Asta Cita dalam visi Presiden yang berfokus pada peningkatan pertahanan dan keamanan negara.
Komisi I DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan anggaran pertahanan secara bertahap untuk mendukung pemenuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Komisi I DPR RI juga mendukung kelanjutan program penguatan postur pertahanan negara melalui perubahan konsep dari Minimum Essential Force menuju Optimum Essential Force.
Utut menjelaskan, "Melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force. Jadi ada paradigma yang dibuat sebelumnya yaitu Minimum Essential Force, sekarang menjadi Optimum Essential Force untuk memperkuat pasukan pemukul cepat atau reaksi cepat di daerah perbatasan."
Pergeseran konsep tersebut ditujukan untuk memperkuat pasukan pemukul cepat atau pasukan reaksi cepat di wilayah perbatasan.
Pada akhir sambutannya, Utut mengingatkan pentingnya kewaspadaan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi dinamika geopolitik dan perkembangan perangkat-perangkat pertahanan.
- Penulis :
- Shila Glorya





