HOME  ⁄  Nasional

Pria di Jakarta Barat Rekayasa Laporan Begal demi Menghindari Cicilan Laptop Rp27 Juta

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pria di Jakarta Barat Rekayasa Laporan Begal demi Menghindari Cicilan Laptop Rp27 Juta
Foto: Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben (sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Seorang pria berinisial A di Jakarta Barat terbukti membuat laporan begal palsu kepada kepolisian dengan tujuan menghindari kewajiban membayar cicilan kredit laptop senilai Rp27 juta, setelah penyelidikan Polres Metro Jakarta Barat memastikan peristiwa yang dilaporkan tidak pernah terjadi.

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben mengatakan kasus bermula ketika A melaporkan dirinya menjadi korban begal saat membawa laptop di kawasan Cengkareng.

George mengungkapkan, "Setelah kami dalami dan lakukan penyelidikan, ternyata kejadian itu tidak benar. Korban melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya dibegal, tetapi setelah kami selidiki, ternyata korban hanya mengarang cerita."

Polisi menyimpulkan A sengaja merekayasa cerita pembegalan agar memiliki dasar berupa laporan polisi untuk diajukan kepada perusahaan pembiayaan.

George mengatakan, "Dia hanya mengarang cerita. Dengan dasar laporan polisi, korban bisa mengajukan kepada kredit laptop agar tidak membayarkan cicilan kredit itu."

Laptop tersebut diketahui dikredit dengan tenor selama 24 bulan dan memiliki cicilan sebesar Rp1,2 juta per bulan.

Hingga saat ini, A baru membayar cicilan sebanyak lima kali.

Penyelidikan Ungkap Rekayasa

Terungkapnya laporan palsu itu berawal dari penyelidikan polisi di lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara di kawasan Cengkareng.

Penyidik memeriksa rekaman CCTV di lokasi untuk mencocokkan keterangan pelapor.

Hasil pemeriksaan menunjukkan A memang melintas di lokasi tersebut.

Namun, polisi tidak menemukan adanya aksi pembegalan ataupun seseorang yang menghentikan korban.

George mengungkapkan, "Hasil pengecekan CCTV (kamera pengawas) menunjukkan memang korban melintas di lokasi tersebut. Namun, tidak ada seorang pun yang menghentikan ataupun melakukan pembegalan terhadap korban."

Berdasarkan temuan tersebut, penyidik kembali memeriksa A secara intensif.

Dalam pemeriksaan lanjutan, A akhirnya mengakui bahwa dirinya telah merekayasa seluruh cerita pembegalan.

George mengatakan, "Kami kemudian bertemu kembali dengan korban, dan akhirnya korban mengaku bahwa dirinya tidak mengalami kejadian tersebut."

Luka Dibuat Sendiri di Kamar Mandi

Dalam laporan awalnya, A juga mengaku mengalami luka akibat aksi begal.

Namun, hasil penyelidikan memastikan luka di lengan kiri tersebut dibuat sendiri oleh A menggunakan gunting.

George mengungkapkan, "Korban memang mengalami luka di lengan kiri. Setelah kami dalami, korban ternyata melukai dirinya sendiri menggunakan gunting agar penyidik percaya bahwa dirinya benar-benar menjadi korban begal."

Aksi melukai diri sendiri dilakukan di rumah korban di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

George mengatakan, "Dilakukan di rumah, di kamar mandi, menggunakan gunting."

Polisi menyebut motif utama rekayasa tersebut adalah untuk menghindari kewajiban membayar cicilan laptop yang masih berjalan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, A juga mengaku memperoleh ide rekayasa tersebut setelah mencari informasi melalui kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengenai cara terbebas dari kewajiban membayar kredit.

George mengatakan, “Kami masih mendalami kasus ini. Untuk langkah selanjutnya, akan kami sampaikan kemudian.”

Penulis :
Arian Mesa