
Pantau - Pembangunan sumber daya manusia dinilai memerlukan investasi jangka panjang melalui penguatan program gizi dan pendidikan, sebagaimana tercermin dalam rangkaian kebijakan pemerintah mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga rencana pengembangan pendidikan tinggi bertaraf internasional.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan manusia dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia sekolah.
Program tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi selama seribu hari pertama kehidupan untuk mencegah tengkes (stunting) serta mendukung tumbuh kembang dan kesiapan belajar anak.
Dalam APBN 2026, anggaran MBG semula dialokasikan sebesar Rp268 triliun sebelum diefisiensikan menjadi Rp229 triliun, dengan sebagian besar anggaran Badan Gizi Nasional diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Telaah tersebut juga menyoroti bahwa catatan negatif dalam pelaksanaan program, termasuk kasus korupsi pada penyelenggaraan MBG, menjadi area yang perlu mendapat pengawasan ketat agar investasi di bidang gizi dan pendidikan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Selain penguatan sektor gizi, pemerintah dinilai membangun fondasi kognitif dan sosial melalui berbagai program pendidikan yang menyasar kelompok masyarakat dengan latar belakang sosial ekonomi berbeda.
Salah satu program yang disorot ialah Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Sosial sebagai sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari kelompok ekonomi paling rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rangkaian kebijakan tersebut dinilai memiliki tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam jangka panjang melalui investasi pada sektor gizi dan pendidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





