
Pantau - DPR RI menyoroti ketahanan pasokan listrik di Bali sebagai aspek yang perlu diperkuat guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang berkelanjutan saat Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan tersebut di Denpasar pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Ketahanan Energi Jadi Perhatian
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengatakan, "Cadangan daya listrik di Bali saat ini relatif minim sehingga memerlukan perhatian agar sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis energi ramah lingkungan."
Sugeng menilai cadangan listrik di Bali masih terbatas sehingga perlu diperkuat agar mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang mengedepankan energi ramah lingkungan.
Ia menyebut tingginya ketergantungan Bali terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi salah satu persoalan yang harus diatasi.
Menurut Sugeng, salah satu solusi yang dapat mendukung penguatan infrastruktur energi adalah pengembangan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG Bali di kawasan Serangan.
Ia menegaskan setiap upaya untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik harus dilakukan secara hati-hati.
Sugeng juga menekankan bahwa peningkatan pasokan listrik tetap harus memperhatikan aspirasi masyarakat setempat.
Investasi dan Konsep Pengembangan Kawasan
Selain membahas sektor energi, Komisi XII DPR RI juga meninjau perkembangan investasi di KEK Kura Kura Bali.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaidi, mengatakan kawasan tersebut memiliki luas hampir 500 hektare.
Edy mengungkapkan kawasan itu diproyeksikan mampu menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja sebagai bagian dari pengembangan investasi berkualitas.
Ia menjelaskan kualitas investasi tidak hanya dinilai dari besarnya nilai penanaman modal.
Edy menegaskan kualitas investasi juga diukur dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat serta ekosistem di sekitarnya.
Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tuti Hadiputranto, mengatakan pengembangan KEK Kura Kura Bali mengusung konsep destinasi pariwisata terintegrasi.
Tuti menjelaskan konsep tersebut memadukan pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menambahkan kawasan tersebut telah menerapkan berbagai upaya pelestarian lingkungan.
Upaya tersebut meliputi penanaman sekitar 700.000 bibit pohon.
Kawasan itu juga membangun tujuh danau retensi untuk mendukung pengelolaan air.
KEK Kura Kura Bali menggunakan konblok berpori untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah.
Penataan jaringan listrik dan telekomunikasi di kawasan tersebut dilakukan di bawah tanah sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
- Penulis :
- Arian Mesa





