HOME  ⁄  Nasional

Aspebindo Nilai Pengembangan Bioenergi Berbasis Sawit Berpotensi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Aspebindo Nilai Pengembangan Bioenergi Berbasis Sawit Berpotensi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Foto: Petugas menunjukkan contoh biodiesel berbahan baku sawit.

Pantau - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit memiliki prospek menjanjikan karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah, berkelanjutan, dan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

Sawit Dinilai Berpotensi Jadi Pilar Energi Hayati

Wakil Ketua Umum Aspebindo M Hadi Nainggolan mengatakan kelapa sawit merupakan sumber energi hayati yang didukung luas perkebunan mencapai 16,8 juta hektare di Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Kelapa sawit ini akan menjadi sumber kekuatan energi hayati dengan didukung oleh 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit.”

Menurut Hadi, seluruh bagian tanaman kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber bioenergi, mulai dari crude palm oil (CPO) untuk biodiesel hingga biomassa berupa tandan kosong, cangkang, dan batang sawit sebagai energi terbarukan.

Ia mengatakan potensi produksi biomassa kelapa sawit di Indonesia mencapai sekitar 272 juta ton per tahun.

Hadi menambahkan, "Jadi, kelapa sawit kita ini bisa menjadi pilar untuk kekuatan energi nasional. Indonesia bisa menjadi negara nomor satu di dunia yang menghasilkan energi berbasis kekayaan hayati.”

Bioenergi Sawit Dinilai Beri Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Aspebindo menyebut pengembangan bioenergi berbasis sawit dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil, menekan emisi gas rumah kaca, memperbaiki neraca perdagangan minyak dan gas, serta mendukung mitigasi perubahan iklim.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program biodiesel sepanjang 2015–2025 menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp722,9 triliun, menciptakan nilai tambah Rp114,7 triliun, menyerap sekitar 10,9 juta tenaga kerja sektor sawit, dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 228,41 juta ton CO₂.

Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan diversifikasi pemanfaatan sawit menjadi bioenergi akan memperluas pasar tandan buah segar petani sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Menurut Tungkot, bioenergi berbasis sawit juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon karena tanaman kelapa sawit mampu menyerap karbon melalui proses fotosintesis dan menggantikan penggunaan energi fosil.

Penulis :
Gerry Eka