
Pantau - Pemerintah Rusia memutuskan memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 guna menjaga pasokan bahan bakar di pasar domestik di tengah upaya menstabilkan harga dan kondisi produksi kilang minyak.
Larangan Ekspor Diperpanjang hingga Akhir Tahun
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, "Terkait larangan ekspor bensin, satuan tugas yang bertanggung jawab telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut baik bagi produsen maupun non-produsen. Dengan begitu, larangan ini akan diperpanjang hingga akhir tahun ini."
Kebijakan larangan ekspor bensin yang berlaku saat ini sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2026.
Novak juga menyampaikan larangan ekspor bahan bakar solar atau diesel akan dicabut setelah kondisi pasar kembali pulih.
Menurut pemerintah, langkah tersebut dilakukan agar kilang minyak tidak mengalami kelebihan pasokan yang dapat memaksa penurunan volume produksi.
Pemerintah Stabilkan Pasar Bahan Bakar
Pemerintah Rusia sebelumnya telah memberlakukan larangan penuh ekspor diesel sejak awal Juli 2026 untuk meningkatkan pasokan di pasar domestik.
Dalam rapat kabinet bersama Presiden Vladimir Putin, Novak mengatakan, "Kami juga akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli dan meningkatkan volume produksi dengan menggunakan produk minyak yang memiliki kelas lingkungan lebih rendah."
Pemerintah Rusia menyebut gangguan operasional sejumlah kilang minyak akibat serangan pesawat nirawak dari Ukraina menjadi salah satu faktor yang mendorong penerapan pembatasan ekspor secara berkala demi menjaga ketersediaan bahan bakar di dalam negeri.
- Penulis :
- Gerry Eka





