
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kolaborasi pendidikan yang mencakup pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, pembaruan nota kesepahaman bidang pendidikan, serta peningkatan akses layanan pendidikan bagi peserta didik.
Kolaborasi Difokuskan pada AI dan Pemerataan Pendidikan
Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, termasuk yang berada di wilayah terpencil.
Ia menjelaskan pemerintah terus mendorong penyelenggaraan distance learning yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
Ia mengungkapkan, "Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri."
Mu’ti menegaskan pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir reflektif dan berpikir kritis karena teknologi tersebut memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa, budaya, dan konteks lokal.
Ia mengatakan, "Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak."
Mendikdasmen juga membuka peluang kerja sama dengan Temasek dan perusahaan-perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk mengatasi tantangan learning loss.
MoU Pendidikan Akan Diperbarui
Desmond Lee menginisiasi pembaruan nota kesepahaman kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017 agar lebih sesuai dengan perkembangan teknologi dan tantangan global.
Ia mengungkapkan, "Sejak 2017, banyak yang berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura."
Kedua menteri juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengembangan kapasitas pekerja migran Indonesia di Singapura, serta keberlanjutan operasional Sekolah Indonesia Singapura yang masa penggunaan lokasinya akan berakhir pada April 2027.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti





