
Pantau - Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, meningkatkan indeks pertanaman atau masa tanam padi hingga dua sampai tiga kali setahun guna mendongkrak produksi beras di tengah keterbatasan lahan pertanian.
Optimalisasi Lahan untuk Swasembada Pangan
Pemerintah Kabupaten Natuna bersama petani mengoptimalkan lahan yang tersedia agar mampu menghasilkan panen lebih banyak tanpa harus membuka lahan pertanian baru.
Strategi tersebut dilakukan karena tanaman padi memiliki masa tanam relatif singkat, sekitar tiga bulan hingga siap dipanen, sehingga memungkinkan peningkatan frekuensi panen dalam satu tahun.
Upaya itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas beras di wilayah perbatasan.
Petani Dapat Dukungan Alsintan dan Pupuk
Pemerintah daerah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi untuk mengurangi biaya produksi dan menekan risiko gagal panen.
Dukungan tersebut meliputi Sistem Jaringan Irigasi Air Tanah, Sistem Irigasi Perpompaan, benih padi, pupuk gratis, dan pupuk bersubsidi yang bersumber dari APBN dan APBD.
Pada semester I 2026, sebanyak 733 petani yang tergabung dalam kelompok tani aktif menerima alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 188,53 ton yang terdiri atas pupuk NPK, urea, dan organik.
Pemerintah Kabupaten Natuna juga tengah membangun lima unit Sistem Irigasi Perpompaan, termasuk tiga unit di Pulau Serasan, untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau.
- Penulis :
- Gerry Eka





