
Pantau - Komisi VII DPR RI menilai Jember Fashion Carnival (JFC) layak naik kelas dengan mendorong pembentukan museum atau galeri permanen serta penguatan langkah agar ajang tersebut dapat menembus kalender karnaval dunia.
Legislator Usulkan Museum JFC
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengusulkan Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan ruang yang difungsikan sebagai museum atau galeri JFC untuk mendokumentasikan perjalanan karnaval sejak pertama kali digelar hingga memasuki usia ke-25 tahun.
Ia mengungkapkan, "Untuk tahun depan, karena ini 25 tahun, tadi juga sudah saya sampaikan ke Pak Bupati, siapkan ruangan yang ideal di Kota Jember ini untuk dijadikan seperti museum Jember Fashion Carnival. Untuk tahap awal, mungkin bisa diawali dengan pameran foto-foto dalam ukuran besar mulai dari awal adanya JFC sampai 25 tahun."
Samuel menilai gagasan almarhum Dynand Fariz sebagai penggagas JFC telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Jember, termasuk mendorong perkembangan sektor perhotelan dan pariwisata.
Ia juga menyebut museum atau galeri JFC dapat menjadi destinasi wisata baru yang menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun, termasuk di luar jadwal penyelenggaraan karnaval.
Samuel turut mendorong agar area pameran UMKM lebih menonjolkan produk khas Jember seperti tape, edamame, dan kopi serta memanfaatkan layar LED besar untuk mempromosikan destinasi wisata daerah lain yang berpartisipasi dalam karnaval.
JFC Dinilai Berpeluang Mendunia
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengatakan JFC telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif yang memadukan seni, budaya, fesyen, kuliner, dan pariwisata.
Ia mengungkapkan, "Kalau kita lihat karnaval di seluruh dunia, termasuk di Brazil, itu menjadi daya tarik sendiri untuk wisatawan dari luar negara tersebut. Saya yakin suatu hari JFC ini bisa masuk ke dalam kalender karnaval dunia."
Rahayu optimistis JFC memiliki potensi menjadi agenda tetap dalam kalender karnaval dunia sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
- Penulis :
- Aditya Yohan



