HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Pariwisata Kembangkan Ekosistem Wisata Kebugaran untuk Perkuat Daya Saing Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kementerian Pariwisata Kembangkan Ekosistem Wisata Kebugaran untuk Perkuat Daya Saing Nasional
Foto: Arsip Foto - Pengunjung mencoba layanan spa yang disediakan peserta pameran dalam ajang Bali Wellness and Beauty Expo 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (5/6/2026).

Pantau - Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan ekosistem usaha wisata kebugaran guna memperkuat daya saing pariwisata nasional melalui peningkatan destinasi, kualitas layanan, inovasi produk, investasi, promosi, dan kapasitas sumber daya manusia.

Wisata Kebugaran Jadi Strategi Pariwisata Berkualitas

Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, "Kementerian Pariwisata saat ini memberikan perhatian besar pada pengembangan ekosistem usaha wisata wellness sebagai salah satu strategi untuk memperkuat daya saing pariwisata."

Ia menjelaskan wisata kebugaran diyakini dapat menjadi salah satu penggerak utama pariwisata berkualitas karena wisatawan tidak hanya mengunjungi destinasi, tetapi juga mencari pengalaman yang berkesan, tinggal lebih lama, dan berpotensi meningkatkan pengeluaran selama berwisata.

Nia mengatakan, "Wisata kebugaran atau wellness tourism mempunyai peranan penting dalam sektor pariwisata, karena sebagai unsur utama dalam mendukung sport tourism, selain event, adventure tourism, dan experience atau integrated area tourism."

Menurut data International Visitor Arrivals by Tourism Activities Undertaken While in Indonesia tahun 2024, kontribusi wisata kebugaran terhadap kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,35 persen.

Milenial dan Gen Z Jadi Sasaran Promosi

Laporan Global Wellness Institute tahun 2024 menyebut industri wisata kebugaran global berpotensi memberikan dampak ekonomi sebesar 6,8 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 9,75 triliun dolar AS pada 2029.

Laporan yang sama menempatkan Indonesia sebagai negara dengan wellness economy terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi mencapai 55,77 miliar dolar AS.

Nia mengatakan Kementerian Pariwisata memfokuskan promosi kepada wisatawan dari kalangan milenial dan Gen Z yang diproyeksikan semakin aktif melakukan perjalanan domestik maupun internasional.

Nia mengatakan, "Motivasinya tidak hanya mengunjungi destinasi tetapi juga untuk memperoleh pengalaman baru, menghadiri events, serta menikmati aktivitas olahraga dan kebugaran."

Penulis :
Gerry Eka