
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo menyatakan luas kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai 4,5 hektare dan saat ini tidak lagi terpantau titik api.
Titik Api Sudah Tidak Terpantau
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan hasil pemantauan pada Senin pagi menunjukkan tidak ada lagi titik api di kawasan Gunung Ringgit.
Ia mengungkapkan, "Hasil pemantauan pagi ini sudah tidak ada titik api di kawasan Gunung Ringgit, namun personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait tetap siaga melakukan pemantauan."
Oemar menjelaskan pemantauan dilakukan bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep, dan masyarakat dengan titik pengamatan berada di Dusun II Kedampul, Desa Sapikerep.
Ia mengatakan, "Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada Minggu (26/7) pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi itu menunjukkan kebakaran mulai terkendali, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.”
Vegetasi yang terbakar didominasi rumput kering, semak belukar, dan pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau.
BPBD Tetap Lakukan Pengawasan
BPBD Kabupaten Probolinggo belum menghentikan pengawasan karena perubahan arah angin maupun bara api yang tersisa masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Oemar mengungkapkan, “Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah itu penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit."
Hasil pemantauan pada Senin pagi juga menunjukkan tidak terlihat lagi asap keluar dari area kebakaran sehingga situasi dinilai relatif aman.
Oemar mengapresiasi sinergi BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan kebakaran sejak awal kejadian.
Ia mengatakan, “Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara cepat, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila muncul titik api baru.”
BPBD juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



